NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Di balik semarak Kirab Pusaka Ki Andongsari yang digelar di Kelurahan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro, Minggu (5/7/2026), tersimpan kisah sederhana yang menghangatkan hati. Seorang siswi kelas V Sekolah Dasar Negri Model Terpadu, bernama Anin Dita akhirnya berhasil mewujudkan impian yang telah lama ia simpan, yakni bertemu dan berfoto bersama Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah.
Wajah Anin tampak semringah saat momen yang selama ini hanya ada dalam angannya benar-benar menjadi kenyataan. Di tengah padatnya masyarakat yang memadati jalannya kirab, ia berhasil mengabadikan foto bersama sosok yang selama ini dikaguminya.
Baca juga: Kebakaran Hebat di Campurrejo Bojonegoro, Satu Rumah Ludes dan Satu Rumah Rusak
Anin merupakan warga Gang SD Dua, Desa Kapas, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Sejak Nurul Azizah masih maju sebagai calon Wakil Bupati Bojonegoro pada Pilkada lalu, ia telah mengidolakan sosok tersebut.
Kekaguman itu bahkan terlihat di rumahnya. Hingga kini masih terpasang sejumlah stiker pasangan Wahono–Nurul yang ditempel sejak masa kampanye. Menurut keluarga, Anin selalu meminta agar stiker-stiker tersebut tidak dilepas karena ingin tetap melihat sosok yang ia kagumi.
Tak hanya itu, Anin juga memiliki kebiasaan unik. Hampir setiap malam sebelum tidur, ia selalu mencari foto pasangan Wahono–Nurul melalui telepon genggam. Baginya, Nurul Azizah merupakan sosok perempuan yang sederhana, murah senyum, penyabar, dan memiliki sifat keibuan.
“Anin memang sejak dulu ingin sekali bertemu Bu Nurul. Alhamdulillah hari ini keinginannya bisa terwujud,” ungkap keluarga Anin.
Kesempatan itu datang saat Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama masyarakat menggelar Kirab Pusaka Ki Andongsari, sebuah tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Ledok Kulon.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi jamasan pusaka, yakni pembersihan pusaka peninggalan Ki Andongsari sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya melestarikan warisan budaya. Selanjutnya, pusaka diarak mengelilingi kawasan Ledok Kulon dengan diikuti tokoh masyarakat, jajaran Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, kelompok seni, serta ribuan warga yang antusias menyaksikan jalannya kirab.
Tradisi tersebut tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan Ki Andongsari, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan masyarakat serta mengenalkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda.
Baca Juga: Pengamat: Gayatri Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Membangun Kemandirian Ekonomi Warga
Di tengah sakralnya prosesi itu, kisah Anin menjadi warna tersendiri. Bagi siswi kelas V SD yang bercita-cita menjadi seorang pendidik tersebut, bertemu dengan Nurul Azizah bukan sekadar kesempatan untuk berfoto, melainkan pengalaman yang akan selalu dikenang dan menjadi penyemangat untuk terus belajar serta meraih cita-citanya.
Kirab Pusaka Ki Andongsari tahun ini pun tak hanya meninggalkan jejak pelestarian budaya, tetapi juga menghadirkan cerita tentang mimpi seorang anak yang akhirnya menjadi kenyataan. Di balik kemeriahan tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi, terselip pesan sederhana bahwa sebuah impian, sekecil apa pun, dapat terwujud ketika kesempatan itu datang.





















