NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Sebanyak 121 murid kelas 1, 2, dan 3 SDN Campurejo 1 Bojonegoro mengikuti kegiatan kunjungan edukatif ke Museum Rajekwesi Bojonegoro. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik, khususnya dalam mengenal sejarah, budaya, serta berbagai peninggalan yang menjadi bagian dari kekayaan daerah. Rabu (19/8/2026).
Kunjungan ke museum tidak hanya menjadi kegiatan rekreatif bagi para murid. Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak untuk melihat secara langsung berbagai koleksi sejarah yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui buku pelajaran maupun penjelasan guru di dalam kelas.
Sejak tiba di Museum Rajekwesi, para murid terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Rombongan mendapatkan sambutan dari pihak sekolah dan pengelola museum sebelum kemudian diarahkan untuk mengenal berbagai koleksi yang tersimpan di dalam museum.
Kepala SDN Campurejo 1, Rina Susilowati, S.Pd., turut memberikan sambutan kepada para murid. Ia menyampaikan bahwa kunjungan ke museum menjadi bagian penting dari pembelajaran karena siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung di luar lingkungan sekolah.
“Kegiatan kunjungan ke museum ini kami harapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan anak-anak tentang sejarah dan budaya yang ada di Bojonegoro. Dengan melihat langsung koleksi yang ada di museum, anak-anak bisa belajar dengan cara yang menyenangkan sekaligus mendapatkan pengalaman yang tidak mereka dapatkan hanya dari pembelajaran di dalam kelas,” ujar Rina Susilowati.

Menurutnya, museum dapat menjadi salah satu tempat pembelajaran yang mampu menghadirkan suasana berbeda dari kegiatan belajar mengajar sehari-hari di sekolah. Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga dapat melihat secara langsung benda-benda yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
“Kami ingin anak-anak sejak dini mengenal sejarah daerahnya, mencintai budaya lokal, dan memahami bahwa peninggalan sejarah merupakan bagian dari kekayaan yang harus dijaga,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi guru untuk menghubungkan materi pembelajaran dengan kondisi nyata yang ada di lingkungan sekitar. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh siswa diharapkan tidak berhenti pada hafalan, tetapi dapat dipahami melalui pengalaman.
Selama berada di Museum Rajekwesi, para murid diajak mengamati berbagai koleksi dan benda bersejarah yang tersimpan di dalamnya. Mereka mendapatkan penjelasan mengenai sejarah benda, fungsi, serta nilai budaya yang terkandung dalam berbagai peninggalan tersebut.
Antusiasme terlihat ketika para murid mengamati koleksi museum. Sejumlah siswa tampak memperhatikan benda-benda yang dipamerkan sambil mendengarkan penjelasan dari pendamping. Bagi siswa kelas 1, 2, dan 3, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal sejarah daerah dengan cara yang lebih sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Kunjungan edukatif ini sekaligus menjadi upaya menanamkan kesadaran sejak dini bahwa sejarah dan kebudayaan daerah merupakan bagian penting dari identitas masyarakat. Mengenalkan peninggalan sejarah kepada anak-anak diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian terhadap keberadaan warisan budaya.
Bagi SDN Campurejo 1, pembelajaran di luar kelas menjadi salah satu cara untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih beragam. Anak-anak dapat berinteraksi dengan lingkungan, melihat objek secara langsung, sekaligus memperoleh pengetahuan baru di luar materi yang mereka dapatkan di ruang kelas.
Melalui kegiatan tersebut, para murid diharapkan semakin mengenal sejarah dan budaya Bojonegoro. Selain menambah wawasan, pengalaman berkunjung ke museum juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap daerah serta kepedulian untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya.
Kegiatan kunjungan edukatif ini pada akhirnya bukan sekadar membawa siswa keluar dari lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperkenalkan kepada generasi muda bahwa berbagai peninggalan sejarah yang ada saat ini memiliki cerita, nilai, dan perjalanan panjang yang perlu diketahui serta dijaga keberadaannya.
Dengan pengalaman belajar secara langsung seperti ini, para murid SDN Campurejo 1 diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mengenal sejarah dan budaya daerahnya serta memiliki rasa bangga terhadap kekayaan lokal Bojonegoro.















