News Bojonegoro – Maraknya laporan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Terminal Rajekwesi Bojonegoro memunculkan kekhawatiran pengguna terminal serta sorotan terhadap pengelolaan keamanan fasilitas publik tersebut.
Sejumlah pengguna terminal mengaku kehilangan sepeda motor saat memarkirkan kendaraannya di area terminal. Informasi kehilangan ini diketahui dari laporan langsung korban serta unggahan di media sosial, yang kemudian menarik perhatian publik terhadap kondisi keamanan di Terminal Rajekwesi dalam beberapa waktu terakhir.
Rentetan kejadian tersebut mendorong warga mempertanyakan efektivitas sistem pengamanan yang diterapkan pengelola terminal. Masyarakat menilai, meskipun Terminal Rajekwesi merupakan salah satu simpul transportasi utama di Kabupaten Bojonegoro, aspek keamanan belum sepenuhnya memberikan rasa aman bagi pengguna jasa.
Sorotan juga tertuju pada keberadaan kamera pengawas (CCTV). Meski telah terpasang di sejumlah titik, sebagian warga menilai fungsinya belum optimal. Rekaman dinilai kurang jelas dan sudut pandang kamera belum menjangkau seluruh area yang dianggap rawan.
Salah satu pengguna terminal menyampaikan harapannya agar pengelola meningkatkan pengawasan. Menurutnya, kejadian pencurian yang berulang menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan yang ada.
Seiring meningkatnya keluhan, warga mulai menyiapkan langkah lanjutan. Berdasarkan informasi yang dihimpun News Bojonegoro, upaya tersebut meliputi penyampaian laporan kepada Kepala Terminal Rajekwesi, pengaduan ke Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, serta aduan melalui kanal nasional LAPOR! agar persoalan mendapatkan perhatian lebih luas.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Terminal Rajekwesi, Budi, memberikan penjelasan terkait salah satu kasus curanmor yang sempat viral. Ia menyebut, peristiwa tersebut dipengaruhi oleh kelalaian pemilik kendaraan.
“Sepeda motor tersebut tidak dikunci setir. Kejadian terekam CCTV dan sudah kami laporkan ke pihak kepolisian. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara,” ujarnya.
Budi menambahkan, petugas terminal sempat melakukan pencarian di sekitar area terminal. Namun laporan kehilangan diterima setelah jeda waktu yang cukup lama.
“Karena laporan masuk tidak segera, upaya pengejaran menjadi terbatas,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, pihak pengelola terminal mengaku telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya pemasangan banner imbauan serta penataan ulang area parkir.
“Kami juga mengajukan nota dinas kepada Kepala Balai terkait rencana penyediaan petugas jaga parkir,” lanjut Budi.
Ia menyebut, pengajuan tersebut berkaitan dengan rencana realisasi sewa BMN lahan parkir guna meningkatkan pengawasan di area terminal.
Meski penjelasan telah disampaikan, warga berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan Terminal Rajekwesi. Penambahan personel keamanan, peningkatan kualitas dan posisi CCTV, serta kejelasan penanganan kasus dinilai penting untuk memulihkan rasa aman pengguna jasa terminal.















