Belum Berpagar, Anis Mustofa Soroti Keamanan Siswa SMPN 1 Padangan

Kawal Program GEMAR Sekaligus Ingatkan Risiko Keselamatan Sekolah Dekat Jalur Rel KA

Pendidikan, Tokoh611 Dilihat
banner 400x130

Bojonegoro | NewsBojonegoro.com – Anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Fraksi Partai Golkar, Anis Mustofa, menyoroti aspek keselamatan siswa saat mengawal pelaksanaan Program GEMAR (Gerakan Ayah Mengambil Rapor) di Kecamatan Padangan, Sabtu (20/12/2025).

Selain memastikan keterlibatan orang tua—khususnya ayah—dalam pendidikan anak, Anis Mustofa menaruh perhatian serius pada kondisi sarana pendidikan, terutama di SMP Negeri 1 Padangan yang hingga kini belum dilengkapi pagar pengaman, padahal berada berdekatan dengan jalur rel kereta api.

Menurut Anis, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko keselamatan bagi siswa jika tidak segera ditangani. Ia menegaskan, penguatan pendidikan harus berjalan seiring dengan pemenuhan standar keamanan lingkungan sekolah.

“Pendidikan yang baik harus ditunjang dengan lingkungan yang aman. Kalau sekolah dekat rel kereta api tapi belum ada pagar, ini tentu perlu perhatian serius,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Anis Mustofa turut mengawal pengambilan rapor siswa secara langsung di sejumlah sekolah, yakni MI Batokan, SDIT Padangan, dan SMP Negeri 1 Padangan. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Program GEMAR yang mendorong peran aktif ayah dalam proses pendidikan anak.

Berdasarkan penelusuran News Bojonegoro, Program GEMAR dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009, Peraturan Presiden Nomor 180 Tahun 2024, serta Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Nomor 14 Tahun 2025, yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam pembangunan sumber daya manusia.

Saat meninjau SMP Negeri 1 Padangan, Anis Mustofa juga melihat langsung progres pembangunan gedung sekolah baru yang telah mencapai sekitar 71 persen. Ia berharap pembangunan tersebut segera diselesaikan agar dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar.

Namun demikian, ia menekankan bahwa penyelesaian fisik bangunan harus dibarengi dengan pembangunan pagar pengaman.

“Gedung baru penting, tapi keselamatan anak jauh lebih penting. Pagar ini kebutuhan mendesak agar anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” imbuhnya.

Langkah pengawasan yang dilakukan Anis Mustofa ini mendapat respons positif dari pihak sekolah dan wali murid. Mereka berharap perhatian terhadap keamanan sekolah dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah, sehingga proses pendidikan di wilayah Padangan berjalan tanpa rasa khawatir.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *