NewsBojonegoro.com – Pengguna jalan yang melintas di jalur penghubung Kalianyar–Tanjungharjo, tepatnya di sekitar Jembatan Wedi Sukorejo 10, Desa Wedi, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, mengeluhkan kondisi bahu jalan yang licin akibat tumpukan material tanah bekas galian proyek pembangunan saluran u-ditch.
Pantauan di lokasi pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 13.09 WIB menunjukkan kondisi jalan menyempit karena material tanah hasil galian ditumpuk memanjang di sisi kanan dan kiri jalan. Material tersebut terlihat bercampur lumpur dan sisa galian, sehingga permukaannya licin, terutama setelah terkena air. Kondisi ini dinilai sangat berisiko bagi pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
“Lunyune pol mas nek bar udan. Kalau habis hujan licinnya terasa sekali. Pengendara harus ekstra hati-hati,” keluh salah seorang pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.
Selain membuat jalan licin, tumpukan tanah juga mengganggu ruang gerak kendaraan. Bahu jalan yang seharusnya bisa digunakan sebagai ruang aman justru tertutup material galian, sehingga pengendara terpaksa mengambil jalur lebih ke tengah jalan saat berpapasan dengan kendaraan lain.
Pantauan News Bojonegoro di lapangan, tidak terlihat adanya rambu peringatan, pembatas jalan, maupun tanda pengamanan di sekitar lokasi penumpukan material. Padahal, jalur penghubung Kalianyar–Tanjungharjo merupakan akses aktif yang setiap hari digunakan masyarakat untuk mobilitas antar desa dan aktivitas ekonomi.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran pengguna jalan, terlebih saat malam hari atau ketika cuaca hujan. Material tanah yang licin dan minimnya tanda peringatan dinilai meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas.
Hingga berita ini diturunkan, di lokasi pekerjaan juga tidak ditemukan papan informasi proyek. Ketiadaan papan proyek membuat pengguna jalan dan masyarakat sekitar tidak mengetahui secara jelas siapa pelaksana pekerjaan, instansi penanggung jawab, serta jangka waktu pelaksanaan proyek tersebut.
Pengguna jalan berharap pihak terkait segera melakukan penertiban lokasi proyek, membersihkan material tanah bekas galian yang licin, serta memberikan kejelasan informasi kepada publik. Mereka menegaskan, keselamatan pengguna jalan di jalur penghubung Kalianyar–Tanjungharjo harus menjadi perhatian utama dalam setiap pekerjaan infrastruktur publik.















