Remaja Asal Padangan Ditemukan Meninggal Setelah Tenggelam di Bengawan Solo Kasiman

Dua Hari Pencarian, Remaja Asal Padangan Ditemukan Meninggal di Bengawan Solo

Berita Utama, Peristiwa1553 Dilihat
banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Ahmad Alfa Roby Falahudin (18), remaja asal Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, yang dilaporkan tenggelam di Sungai Bengawan Solo, wilayah Desa Betet, Kecamatan Kasiman.

Korban ditemukan pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 10.15 WIB dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan berada sekitar 50 meter dari titik awal korban diduga tenggelam.

Peristiwa nahas tersebut bermula pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 06.30 WIB. Saat itu Ahmad Alfa Roby Falahudin bersama seorang rekannya sedang berenang di aliran Sungai Bengawan Solo. Namun saat berada di sungai, korban diduga kehabisan napas hingga akhirnya tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.

Mendapatkan informasi adanya warga yang tenggelam, petugas segera melakukan koordinasi dan bergerak menuju lokasi kejadian. Tim dari BPBD Bojonegoro menerima laporan sekitar pukul 07.40 WIB dan langsung memberangkatkan personel menuju lokasi.

Baca Juga: Dana Sewa Aset Desa Rp25 Juta Belum Masuk APBDes, Pemdes Sumberejo Akui Penggunaan Masih Menunggu Musyawarah

Sekitar pukul 08.40 WIB, petugas tiba di lokasi dan langsung melakukan pencarian hari pertama dengan menyisir area sekitar titik korban terakhir terlihat. Meski berbagai upaya telah dilakukan, pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil.

Operasi pencarian kemudian dilanjutkan pada hari kedua, Rabu (24/6/2026), dengan memperluas area penyisiran di sekitar lokasi kejadian kecelakaan air. Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan.

Korban diketahui bernama Ahmad Alfa Roby Falahudin (18), warga Desa Kuncen RT 04 RW 01, Kecamatan Padangan. Setelah berhasil dievakuasi dari sungai, jenazah korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Proses pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Bojonegoro, Basarnas, Satpol PP, TNI, Polri, Damkarmat, pemerintah desa, URC SH, ORARI, RAPI, Exsalos, serta masyarakat sekitar yang turut membantu proses pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

Pihak terkait mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di Sungai Bengawan Solo, terutama pada musim dengan arus sungai yang tidak menentu, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *