BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, BPBD Bojonegoro Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Cuaca ekstrem diprediksi terjadi awal Januari 2026, BPBD Bojonegoro fokuskan kewaspadaan di bantaran Bengawan Solo dan wilayah rawan longsor

Berita Utama618 Dilihat
banner 400x130

Newsbojonegoro.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kewaspadaan cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur pada periode 1 hingga 10 Januari 2026. Dalam rilis resmi yang disampaikan melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Kabupaten Bojonegoro termasuk salah satu daerah yang berpotensi terdampak.

BMKG menyebutkan, cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai meliputi hujan sedang hingga lebat, angin kencang, petir, hingga potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang. Kondisi ini dipicu oleh aktifnya Monsun Asia, gelombang atmosfer Low Frequency, serta Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintasi wilayah Jawa Timur, diperkuat oleh kondisi atmosfer lokal yang masih labil.

Menanggapi peringatan tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan bencana.

“Bojonegoro saat ini berada dalam puncak musim hujan. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai Bengawan Solo, daerah dataran rendah, serta wilayah perbukitan yang rawan longsor,” ujar Heru Wicaksi saat dikonfirmasi, JUmat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang berpotensi terjadi pada sore hingga malam hari, sebagaimana pola cuaca yang kerap muncul dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dapat memicu genangan, banjir kiriman, hingga gangguan aktivitas masyarakat.

BPBD Bojonegoro, lanjut Heru, telah melakukan langkah kesiapsiagaan dengan memantau perkembangan cuaca secara intensif, berkoordinasi dengan pemerintah desa, serta menyiagakan personel dan peralatan kebencanaan.

“Kami minta masyarakat tidak panik, namun tetap siaga. Segera laporkan ke pemerintah desa atau BPBD apabila terjadi tanda-tanda bencana, seperti kenaikan debit air sungai, tanah retak, atau pohon yang berpotensi tumbang,” tegasnya.

Heru juga mengingatkan masyarakat agar selalu mengikuti informasi cuaca terkini yang dikeluarkan BMKG melalui kanal resmi, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang terjadi.

“Keselamatan adalah yang utama. Waspada sejak dini akan sangat membantu meminimalkan risiko dan dampak bencana,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *