News Bojonegoro — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Bubulan pada Kamis (4/12/2025) menyebabkan tebing Sungai Clebung tergerus dan memicu tanah longsor. Akibatnya, dapur rumah milik Lastri (61), warga Dusun Clebung RT 03 RW 01, Desa Clebung, ambruk terseret arus sungai.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30 WIB, saat debit sungai tiba-tiba meningkat tajam. Arus kuat menghantam tebing yang sudah rapuh hingga tanah penopang pondasi dapur tidak mampu menahan tekanan.
Pantauan News Bojonegoro di lokasi, bagian dapur rumah terlihat sudah hilang terseret longsoran. Sisa lantai tampak menggantung, sementara puing bangunan dan tanah longsor menumpuk di dasar sungai dan membuat aliran air menyempit.
Sutrisno, warga setempat, menyaksikan langsung detik-detik sebelum amblesnya tebing.
“Air sungai deras sekali, Mas. Tanah di belakang rumah Bu Lastri itu mulai retak-retak. Tidak sampai beberapa menit langsung amblas, lantai dapur jatuh ke sungai. Warga langsung teriak agar menjauh,” ceritanya kepada News Bojonegoro.
Salah satu petugas BPBD Bojonegoro yang berada di lokasi, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 16.00 WIB, kemudian tim langsung diberangkatkan menuju lokasi.
“Kami dapat laporan sekitar jam empat sore. Tim berangkat 16.24 WIB dan tiba di sini sekitar jam lima. Setelah pengecekan, ternyata longsor cukup besar, sekitar enam meter panjangnya dan lima meter tingginya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa satu rumah terdampak pada bagian dapur, dan lahan yang longsor berada di tepi sungai dengan kontur sudah lama tergerus.
“Tebing masih labil, jadi pembersihan puing belum bisa dilakukan sekarang. Kami hanya bisa pasang tanda bahaya dan imbau warga tidak mendekat dulu. Untuk penanganan selanjutnya, butuh alat berat supaya tebing bisa diperkuat,” lanjutnya.
BPBD juga memberikan bantuan darurat berupa dua paket sembako dan satu lembar terpal untuk kebutuhan sementara keluarga terdampak.
Hingga malam ini, kondisi tebing masih berpotensi longsor susulan sehingga area sekitar tetap dipantau oleh warga dan petugas.




















