Newsbojonegoro.com | Bojonegoro — Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro kembali membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengikuti program pemagangan ke Jepang. Program ini dijadwalkan mulai dibuka pada 1 April hingga 10 Juni 2026 dan tidak dipungut biaya alias gratis.
Pendaftaran dilakukan langsung di kantor Disperinaker Kabupaten Bojonegoro yang beralamat di Jalan Pattimura No. 24, Kelurahan Sumbang. Sementara itu, tahapan seleksi akan dilaksanakan pada 22 hingga 26 Juni 2026 di Asrama Transito Margorejo, Jalan Margorejo No. 74, Surabaya.
Program ini terbuka bagi pria dan wanita usia 18 hingga 26 tahun. Namun terdapat sejumlah persyaratan khusus yang harus dipenuhi peserta, baik secara fisik maupun administratif.
Untuk persyaratan fisik, peserta pria minimal memiliki tinggi badan 158 cm dengan berat badan minimal 50 kg, sedangkan wanita minimal 150 cm dengan berat badan 45 kg. Khusus wanita, diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Jepang minimal level N4. Selain itu, seluruh peserta harus sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter atau puskesmas.
Peserta juga harus berpendidikan minimal SLTA/SMK sederajat, tidak bertindik atau bertato, tidak berkacamata, serta tidak memiliki riwayat patah tulang luar maupun dalam.
Dari sisi administratif, peserta wajib berdomisili di Kabupaten Bojonegoro. Dokumen yang harus disiapkan meliputi fotokopi KTP, KK, dan akta kelahiran, fotokopi ijazah dari SD hingga pendidikan terakhir, serta sertifikat pelatihan keterampilan bagi lulusan SMA/non-teknik.
Selain itu, pelamar juga diminta melampirkan SKCK dari Polsek atau Polres, pas foto ukuran 4×6 dan 3×4 masing-masing dua lembar dengan latar belakang biru, serta kartu AK-1 atau kartu kuning.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi contact person atas nama Zulfi di nomor 085155336505 atau Yusuf di nomor 085704129046.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, mengajak para pemuda untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
“Program pemagangan ke Jepang ini merupakan peluang besar bagi generasi muda Bojonegoro untuk meningkatkan keterampilan, disiplin kerja, serta pengalaman internasional. Kami berharap putra-putri daerah dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Mahmudi.
Ia juga menegaskan bahwa program ini dilaksanakan secara transparan dan tanpa pungutan biaya.
“Kami pastikan proses seleksi berjalan secara terbuka dan profesional. Tidak ada biaya apapun dalam program ini. Kami ingin memberikan akses seluas-luasnya bagi masyarakat Bojonegoro agar bisa bersaing di dunia kerja global,” tambahnya.
Dengan dibukanya program ini, Disperinaker berharap dapat mencetak tenaga kerja yang kompeten sekaligus membawa dampak positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bojonegoro.





















