News Bojonegoro — Kepala Desa Sumberagung, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, memberikan klarifikasi terkait unggahan viral di media sosial Facebook yang menuding dirinya melaporkan warga ke kepolisian akibat kritik terhadap kondisi jalan rusak di wilayah desa setempat.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul beredarnya unggahan bernada kritik keras yang menyoroti kondisi infrastruktur jalan serta respons pemerintah desa yang dinilai berlebihan terhadap kritik masyarakat.
Dalam unggahan itu disebutkan bahwa kritik warga justru berujung pada pelaporan ke aparat penegak hukum.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Sumberagung, Putoyo, menegaskan bahwa dirinya tidak anti kritik. Namun, ia mempermasalahkan bentuk kritik yang menurutnya sudah mengarah pada serangan pribadi, bukan pada kebijakan pemerintah desa.
“Lah aku diutek-utekne, Mas. Itu kan sudah menyerang pribadi, bukan kebijakan,” ujar Putoyo saat dikonfirmasi.
Terkait tudingan bahwa dirinya melaporkan warga ke kepolisian, Putoyo secara tegas membantah. Ia menyatakan tidak pernah melaporkan warganya, melainkan hanya memfasilitasi mediasi di balai desa yang turut melibatkan pihak kepolisian setempat.
“Mosok yo mentolo to, Mas, ngelaporno wargane dewe (masa ya tega melaporkan warganya sendiri),” lanjutnya.
Putoyo juga menjelaskan bahwa jalan yang dipersoalkan dalam unggahan media sosial tersebut bukan merupakan jalan desa, melainkan jalan hutan. Oleh karena itu, pemerintah desa tidak memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan maupun pembangunan pada ruas jalan tersebut.
“Itu jalan hutan, jadi kami tidak punya wewenang untuk memperbaiki,” tegasnya.
Meski demikian, Putoyo berharap masyarakat tetap aktif memberikan masukan dan kritik kepada pemerintah desa. Ia mengimbau agar kritik disampaikan secara bijak dan tidak menyerang secara personal, sehingga komunikasi antara warga dan pemerintah desa dapat berjalan dengan baik.






















