Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Bahan Pokok di Bojonegoro Relatif Stabil, Cabai dan Bawang Merah Turun

Mayoritas Komoditas Bertahan, Pedagang Pastikan Stok Aman dan Pembeli Mulai Ramai

Ekonomi, Serba Serbi479 Dilihat
banner 400x130

News Bojonegoro – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, harga sejumlah bahan pokok pangan di Kabupaten Bojonegoro terpantau relatif stabil. Berdasarkan daftar isian harga rata-rata bahan pokok pangan hasil pengamatan pada 22 Desember 2025 yang dibandingkan dengan 15 Desember 2025, mayoritas komoditas tidak mengalami kenaikan harga.

Data dari Pasar Wisata Bojonegoro dan Pasar Kota Baru menunjukkan, harga beras premium tetap berada di angka Rp14.900 per kilogram, sementara beras medium stabil di Rp13.000 per kilogram. Harga gula pasir dalam negeri juga tidak mengalami perubahan, yakni tetap Rp16.250 per kilogram.

Komoditas minyak goreng terpantau stabil di seluruh jenis. Minyak goreng curah masih dijual Rp20.000 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp21.000 per liter, kemasan sederhana Rp19.000 per liter, serta minyak goreng MINYAKITA bertahan di Rp16.500 per liter.

Pada kelompok daging, harga daging sapi murni masih di kisaran Rp115.000 per kilogram. Daging ayam broiler stabil di harga Rp37.500 per kilogram, sedangkan daging ayam kampung tetap Rp75.000 per kilogram. Telur ayam ras juga tidak mengalami perubahan harga, yakni Rp29.500 per kilogram, sementara telur ayam kampung berada di Rp45.000 per kilogram.

Produk susu, baik susu kental manis maupun susu bubuk instan dari berbagai merek, tercatat stabil tanpa perubahan harga. Kondisi serupa juga terjadi pada jagung pipilan kering, garam beryodium, tepung terigu, kacang kedelai, mie instan, ikan asin teri, hingga ketela pohon.

Penurunan harga cukup signifikan terjadi pada komoditas cabai. Cabai keriting turun drastis dari Rp60.000 menjadi Rp32.500 per kilogram atau turun 46 persen. Cabai merah biasa turun dari Rp45.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, sementara cabai rawit turun dari Rp70.000 menjadi Rp60.000 per kilogram. Selain cabai, harga bawang merah juga mengalami penurunan dari Rp39.000 menjadi Rp32.500 per kilogram. Sebaliknya, bawang putih justru mengalami kenaikan tipis dari Rp32.000 menjadi Rp33.500 per kilogram.

Pada kelompok sayur mayur, harga kol atau kubis turun dari Rp7.000 menjadi Rp6.500 per kilogram, tomat turun cukup tajam dari Rp11.000 menjadi Rp6.000 per kilogram, serta wortel turun dari Rp17.000 menjadi Rp15.500 per kilogram. Sementara kentang dan buncis terpantau stabil.

Untuk komoditas ikan segar, ikan bandeng mengalami kenaikan dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Adapun ikan kembung, tuna, tongkol, dan cakalang masih bertahan tanpa perubahan harga.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Kota Baru Bojonegoro, Siti (45), menyampaikan bahwa kondisi harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru tahun ini relatif lebih stabil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah tahun ini harga-harga cenderung stabil. Cabai dan bawang merah malah turun, jadi pembeli merasa lebih ringan. Stok juga aman karena pasokan dari pengepul lancar,” ujarnya, Senin (22/12/2025).

Ia menambahkan, meskipun permintaan mulai meningkat menjelang akhir tahun, lonjakan harga belum terlihat signifikan. Kondisi tersebut dinilai membantu pedagang dan konsumen.

“Biasanya kalau sudah mendekati Natal dan Tahun Baru harga langsung naik. Tapi sekarang masih normal, pembeli juga lebih tenang belanja kebutuhan,” tambahnya.

Secara umum, kondisi harga bahan pokok pangan di Bojonegoro menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 terbilang terkendali. Stabilitas harga ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta memastikan ketersediaan pangan tetap aman selama momentum akhir tahun.

Deskripsi Meta

Tag

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *