Dua Rumah dan Delapan Kambing Ludes Terbakar, Diduga Akibat Bakar Sampah

Api Diduga Berasal dari Pembakaran Sampah, Cepat Menjalar ke Kandang Ternak

banner 400x130

Newsbojonegoro.com | Bojonegoro — Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Pancur, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Selasa (7/4/2026) petang. Peristiwa tersebut menghanguskan dua rumah serta kandang kambing berisi delapan ekor ternak milik warga.

Insiden terjadi sekitar pukul 17.45 WIB dan diduga dipicu dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke area kandang kambing milik Supardi (64). Api dengan cepat membesar, terlebih karena material kandang yang mudah terbakar, hingga akhirnya menjalar ke bangunan di sekitarnya.

Salah satu saksi mata, Martina (25), warga setempat yang pertama kali mengetahui kejadian tersebut, menuturkan bahwa api awalnya terlihat kecil dari area pembakaran sampah di dekat kandang.

“Awalnya hanya terlihat asap, saya kira biasa orang bakar sampah. Tapi tidak lama kemudian api langsung membesar dan merembet ke kandang kambing. Karena panik, saya langsung minta tolong warga sekitar,” ungkap Martina.

Ia menambahkan, kondisi kandang yang sebagian besar terbuat dari bahan mudah terbakar membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan sebelum petugas pemadam datang ke lokasi.

“Api cepat sekali membesar, apalagi kandangnya dari kayu. Warga sempat berusaha memadamkan dengan alat seadanya, tapi tidak berhasil,” tambahnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan ke petugas pemadam kebakaran. Tak berselang lama, tim dari Pos Temayang tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Dengan mengerahkan satu unit armada dan empat personel, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.50 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, kebakaran ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta, terutama dari hangusnya kandang dan delapan ekor kambing.

Beruntung, dua rumah utama milik warga setempat berhasil diselamatkan dari amukan api. Kedua bangunan tersebut diperkirakan memiliki nilai aset masing-masing sekitar Rp150 juta.

Martina mengaku lega karena api tidak sampai merembet lebih luas ke rumah warga. Ia menyebut, kedatangan petugas pemadam kebakaran yang cepat sangat membantu dalam mengendalikan situasi.

“Alhamdulillah tidak sampai ke rumah, petugas datang cukup cepat jadi api bisa segera dipadamkan,” pungkasnya.

Selain melakukan pemadaman, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat setempat terkait bahaya pembakaran sampah sembarangan, serta pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi warga agar lebih berhati-hati dalam aktivitas sehari-hari yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di musim kemarau yang rawan percikan api cepat meluas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *