Dua Balita Ditemukan Tewas Tenggelam di Temayang

Dua balita kakak beradik ditemukan meninggal dunia setelah terpeleset dan tenggelam saat bermain di tepi Sungai Pacal, Desa Belun, Kecamatan Temayang.

Peristiwa504 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com — Suasana duka menyelimuti Dusun Krajan, Desa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (30/1/2026). Dua balita kakak beradik ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Pacal yang berada tak jauh dari permukiman warga.

Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kedua korban diketahui sedang bermain di tepi sungai. Diduga karena kondisi tanah yang licin, keduanya terpeleset dan jatuh ke aliran sungai yang cukup deras.

“Anak-anak itu main di pinggir sungai, terus terpeleset dan langsung hanyut,” ujar Kepala Desa Belun saat ditemui di lokasi kejadian.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berupaya melakukan pencarian secara manual menyusuri aliran Sungai Pacal. Setelah dilakukan pencarian sekitar satu jam, korban pertama berhasil ditemukan sekitar pukul 12.15 WIB. Selang 15 menit kemudian, korban kedua juga ditemukan tidak jauh dari lokasi awal tenggelam.

Namun, saat ditemukan, kedua korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menerima laporan kejadian pada pukul 11.10 WIB. Personel BPBD langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 12.10 WIB dan tiba sekitar pukul 12.35 WIB untuk melakukan asesmen serta koordinasi penanganan di lapangan.

Selain melakukan pendataan dan asesmen kejadian, petugas BPBD juga mendampingi keluarga korban di rumah duka. Sebagai bentuk empati, BPBD menyerahkan bantuan berupa dua paket sembako kepada pihak keluarga.

Dua korban diketahui bernama Rendy Wijaya (4) dan Rindy Wijaya (4), warga Dusun Krajan RT 02 RW 02, Desa Belun, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro.
Hingga Jumat siang, kedua jenazah telah diserahkan kepada keluarga dan langsung dimakamkan di tempat pemakaman desa setempat.

Dalam proses penanganan kejadian, sejumlah unsur terlibat di lapangan, antara lain BPBD Kabupaten Bojonegoro, TNI, Polri, Pemerintah Desa Belun, Satpol PP Kecamatan Temayang, serta masyarakat sekitar.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan serta pengawasan terhadap anak-anak, terutama di kawasan yang berdekatan dengan sungai dan aliran air terbuka.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *