Pemkab Bojonegoro Gelar Pasar Murah di Tanjungharjo, Tekan Harga Jelang Ramadan

banner 400x130

NewsBojonegoro.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM) menggelar pasar murah menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026. Kegiatan ini bertujuan menstabilkan harga kebutuhan pokok serta menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Disdagkop UM Bojonegoro, Retno Wulandari, menjelaskan bahwa pasar murah yang digelar di Balai Desa Tanjungharjo, Kecamatan Kapas, merupakan bagian dari program Pemkab Bojonegoro yang dilaksanakan bekerja sama dengan sejumlah pihak, di antaranya Bulog, Disdagkop UM, Bravo Supermarket, serta pelaku UMKM.

“Pasar murah ini kami selenggarakan untuk membantu masyarakat, khususnya menjelang Ramadan ketika beberapa komoditas mulai mengalami kenaikan harga. Hari ini kami menyediakan beras sebanyak 300 sak, minyak goreng, serta yang paling diminati adalah LPG 3 kilogram atau gas melon sebanyak lebih dari 400 tabung yang dijual dengan harga Rp17.000,” terang Retno, Jumat (30/1/2026).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi lonjakan harga di pasaran.

“Ke depan, Pemkab Bojonegoro berencana menggelar pasar murah di 29 titik yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Bojonegoro,” tegasnya.

Pasar murah ini dibuka langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, didampingi Kepala Disdagkop UM Retno Wulandari, Camat Kapas Zenny, serta Kepala Desa Tanjungharjo Suyono.

Dalam sambutannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Pemkab Bojonegoro akan melaksanakan operasi pasar sebanyak 29 kali, dengan Desa Tanjungharjo sebagai lokasi pertama.

“Operasi pasar ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat. Harapannya, tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan, terutama menjelang momen-momen krusial seperti Ramadan dan Idulfitri,” ujar Bupati.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran pemerintah melalui operasi pasar diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sekedap malih sampun puasa, lan sekedap malih mesthi Lebaran. Karena itu, kami mengawali operasi pasar ini dengan harapan harga tetap terkendali dan masyarakat benar-benar merasakan dampaknya,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang warga RT 8 Desa Tanjungharjo, Dina, mengaku sangat terbantu dengan adanya pasar murah yang digelar di balai desa tersebut. Menurutnya, selisih harga yang ditawarkan cukup meringankan beban masyarakat.

“Kami sangat terbantu. Selisih harganya sekitar Rp2.000 per item, seperti minyak goreng, gula pasir, beras, dan telur. Ke depannya kami berharap jenis barang yang dijual bisa ditambah,” ujar Dina.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *