NewsBojonegoro.com |Bojonegoro – Memancing biasanya identik dengan menunggu ikan menyambar umpan. Namun di Kabupaten Bojonegoro, aktivitas tersebut dikemas menjadi momentum untuk “memancing” kebersamaan dan memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Konsep “Mancing Kamtibmas” itu tergambar dalam kegiatan lomba mancing bersama yang digelar di Kolam Pancing MGL Bojonegoro, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 125 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, dunia usaha, insan media, mahasiswa, komunitas ojol, yayasan, forum elemen masyarakat, hingga tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, S.I.K., M.H., menyebut kegiatan tersebut bukan sekadar persoalan mendapatkan ikan terbesar. Lebih dari itu, kegiatan menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat.
Dalam suasana yang santai dan tanpa sekat, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah bersama jajaran Forkopimda, pimpinan perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, media, komunitas dan peserta lainnya turut membaur dalam kegiatan tersebut.

“Acara ini bukan semata-mata soal siapa yang mendapat ikan terbesar. Lebih dari itu, ini adalah momen kita untuk duduk bersama, berdampingan, melepas penat, dan mempererat tali silaturahmi,” ujar Yenni dalam sambutannya.
Memancing Kebersamaan, Menjaga Kamtibmas
Kapolres kemudian menyampaikan analogi sederhana yang menjadi inti pesan kegiatan tersebut.
Menurutnya, menjaga kamtibmas memiliki kemiripan dengan aktivitas memancing. Keduanya sama-sama membutuhkan kesabaran, ketenangan dan kejelian dalam membaca situasi.
“Kalau memancing kita berharap umpan segera disambar. Kalau menjaga keamanan, kita justru berharap situasinya berjalan tenang dan kondusif,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena kondisi kamtibmas yang aman dan kondusif tidak dapat dibangun hanya oleh kepolisian.
Menurut Yenni, keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, media, komunitas, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh warga.
Ia bahkan mengibaratkan menjaga keamanan seperti menarik ikan besar.
“Seperti menarik ikan besar, keamanan wilayah tak mungkin kita lakukan sendirian. Perlu kekompakan kita semua, tangan Bapak dan Ibu semuanya saling menopang,” tegasnya.
Karena itu, melalui kegiatan “Mancing Kamtibmas”, Kapolres ingin membangun komunikasi yang lebih cair dengan berbagai elemen masyarakat. Ruang informal seperti kegiatan memancing dinilai dapat menjadi sarana memperkuat kedekatan sekaligus membuka komunikasi yang lebih luas.
125 Peserta Melebur Tanpa Sekat
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari berbagai kalangan. Sekitar 125 peserta hadir dan melebur dalam suasana santai.
Kapolres menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Nurul Azizah, jajaran Forkopimda, pimpinan perusahaan, mitra kerja, insan media, komunitas, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh peserta yang telah hadir.
Menurutnya, keberagaman peserta justru menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun Bojonegoro.
“Kehadiran Bapak dan Ibu semua menggambarkan bahwa Bojonegoro ini besar, semakin guyub, kompak, dan bersatu tanpa adanya sekat,” ungkapnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Muhammad Suweti beserta istri, selaku pemilik MGL Resto, yang telah menyediakan tempat dan fasilitas untuk kegiatan tersebut.
Dukungan dari dunia usaha dan berbagai mitra kerja, lanjut Yenni, juga menunjukkan bahwa menciptakan Bojonegoro yang aman dan sejahtera merupakan kerja bersama.
“Membangun Bojonegoro yang aman dan sejahtera ini adalah kerja bersama,” katanya.
Dari Kail Pancing ke Pesan Kamtibmas
Usai sambutan, para peserta kemudian mengikuti lomba mancing bersama. Suasana yang sebelumnya formal berubah menjadi lebih cair.
Kapolres dan Wakil Bupati Bojonegoro turut menikmati suasana tersebut. Interaksi antarpeserta berlangsung akrab, sembari masing-masing menunggu kailnya disambar ikan.
Namun di balik kegiatan yang terlihat sederhana itu, terselip pesan yang lebih besar: membangun kamtibmas juga membutuhkan kesabaran, komunikasi dan kebersamaan.
Kapolres berharap sinergi yang terbangun dalam kegiatan tersebut dapat terus dijaga dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga sinergi antara dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat Bojonegoro semakin erat, komunikasi kita semakin hangat, dan rasa aman di tengah masyarakat semakin kokoh kita jaga bersama,” pungkasnya.
Mancing Kamtibmas bukan sekadar soal ikan yang berhasil didapat. Lebih dari itu, menjadi cara sederhana untuk memancing komunikasi, memancing kepedulian, dan memancing kebersamaan demi menjaga Bojonegoro tetap aman dan kondusif.















