Transformasi Layanan Kesehatan Bojonegoro, Dari Visi Bupati Setyo Wahono hingga Langkah Nyata RSUD Sosodoro Menuju Rumah Sakit Rujukan Modern

banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Pembangunan di Kabupaten Bojonegoro tidak hanya difokuskan pada infrastruktur, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, sektor kesehatan juga menjadi salah satu prioritas utama. Komitmen tersebut diwujudkan melalui transformasi besar-besaran di RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang kini dipersiapkan menjadi rumah sakit rujukan modern dan berdaya saing di kawasan barat Jawa Timur.

Transformasi tersebut bukan sekadar pembangunan fisik atau pengadaan alat kesehatan baru. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membangun ekosistem pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif melalui penguatan sumber daya manusia, kerja sama dengan rumah sakit nasional, pengembangan layanan unggulan, hingga peningkatan mutu pelayanan agar masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang semakin cepat, lengkap, dan berkualitas tanpa harus bergantung pada rumah sakit di luar daerah.

Komitmen itu mulai terlihat sejak awal masa kepemimpinan Bupati Setyo Wahono. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam program transformasi pelayanan kesehatan. Kerja sama tersebut menjadi fondasi pengembangan RSUD Sosodoro agar mampu meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus mempersiapkan diri menuju rumah sakit dengan klasifikasi yang lebih tinggi.

Baca Juga: Gandeng Universitas Brawijaya, Bupati Setyo Wahono Siapkan Fakultas Kedokteran di Bojonegoro

Saat penandatanganan nota kesepahaman tersebut, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan secara sendiri.

“Untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat perlu bekerja sama dengan pemerintah pusat. Langkah ini selaras dengan program pemerintah pusat untuk membangun rumah sakit pemerintah daerah yang berkualitas di kabupaten dan kota,” ujar Setyo Wahono saat penandatanganan kerja sama transformasi pelayanan kesehatan bersama RSCM Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Pernyataan tersebut menjadi gambaran arah pembangunan kesehatan di Bojonegoro. Pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pelayanan saat ini, tetapi juga menyiapkan RSUD Sosodoro agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks di masa depan.

Langkah nyata dari komitmen tersebut kemudian diwujudkan melalui pengembangan berbagai layanan unggulan. Salah satu yang menjadi tonggak penting adalah hadirnya Pusat Layanan Jantung Terpadu, sebuah fasilitas yang mengintegrasikan pelayanan pasien penyakit jantung mulai dari pemeriksaan, diagnosis, tindakan medis, hingga perawatan lanjutan dalam satu sistem pelayanan yang terintegrasi.

Pengembangan layanan jantung itu juga diperkuat melalui program pengampuan bersama Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, serta RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari Program Nasional Pengampuan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA), sehingga standar pelayanan di RSUD Sosodoro terus meningkat mengikuti rumah sakit rujukan nasional.

Baca Juga: Audiensi Gabungan DPRD Bojonegoro, Kades Ngelo Pertanyakan Keberadaan 866 Pohon Jati

Momentum peresmian Pusat Layanan Jantung Terpadu menjadi salah satu tonggak penting transformasi pelayanan kesehatan di Bojonegoro. Dalam kesempatan itu, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar menghadirkan gedung baru, melainkan investasi besar pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.

“Peresmian ini bukan soal gedung baru, tetapi bukti bahwa pelayanan kesehatan di Bojonegoro sedang kita naikkan kelas. Warga tidak perlu lagi jauh-jauh ke kota besar untuk mendapatkan layanan jantung yang berkualitas,” ujar Setyo Wahono saat meresmikan Pusat Layanan Jantung Terpadu RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo.

Pernyataan tersebut mencerminkan visi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam menghadirkan layanan kesehatan yang semakin dekat dengan masyarakat. Dengan fasilitas yang semakin lengkap, pasien diharapkan dapat memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus menempuh perjalanan ke Surabaya maupun kota besar lainnya.

Selain layanan jantung, RSUD Sosodoro juga terus memperkuat pelayanan penyakit stroke melalui pemanfaatan teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA) yang mampu membantu dokter memetakan kondisi pembuluh darah secara lebih akurat sebelum tindakan medis dilakukan. Teknologi tersebut menjadi salah satu investasi penting dalam meningkatkan keberhasilan penanganan pasien stroke, mengingat kecepatan diagnosis menjadi faktor utama dalam penyelamatan pasien.

Di bidang diagnostik, RSUD Sosodoro juga telah dilengkapi berbagai peralatan medis modern seperti Cathlab, MRI 3 Tesla, CT Scan 256 Slice, hingga berbagai perangkat penunjang lain yang mendukung pelayanan spesialistik. Kehadiran teknologi tersebut memperkuat kemampuan rumah sakit dalam menangani kasus-kasus medis dengan tingkat kompleksitas tinggi sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rumah sakit di luar Bojonegoro.

Transformasi pelayanan juga menyentuh pengembangan layanan kanker. Rumah sakit terus mempersiapkan fasilitas dan sumber daya manusia untuk memperluas pelayanan onkologi sebagai bagian dari program transformasi kesehatan nasional. Langkah ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pasien kanker dalam memperoleh pelayanan yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Tidak hanya pelayanan kuratif, RSUD Sosodoro juga memperluas layanan preventif melalui penyelenggaraan Vaksinasi Internasional yang telah memiliki kewenangan menerbitkan International Certificate of Vaccination (ICV). Layanan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan menjalankan ibadah haji, umrah maupun perjalanan ke luar negeri tanpa harus mengurus vaksinasi di kota lain.

Pada sektor pelayanan kesehatan kerja, Unit Medical Check Up (MCU) RSUD Sosodoro juga terus dikembangkan dan telah memperoleh pengakuan untuk mendukung kebutuhan pemeriksaan kesehatan tenaga kerja, perusahaan, maupun calon pekerja. Hal ini memperluas peran rumah sakit tidak hanya sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga sebagai mitra dunia usaha dan industri.

Transformasi pelayanan kesehatan juga diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Manajemen RSUD Sosodoro secara berkelanjutan melaksanakan penguatan kompetensi tenaga kesehatan, rekrutmen pegawai melalui mekanisme BLUD sesuai kebutuhan layanan, serta penerapan budaya kerja 5R dan 3R untuk menciptakan lingkungan pelayanan yang lebih bersih, tertata, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Di sisi lain, proses akreditasi rumah sakit terus diperkuat agar seluruh layanan berjalan sesuai standar mutu nasional.

Baca Juga: Dukung Konektivitas Kapas–Balen, Pembangunan Jembatan Semenpinggir Ditargetkan Rampung Bulan Ini

Keseriusan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam membangun pelayanan kesehatan juga terlihat dari target jangka panjang yang dicanangkan terhadap RSUD Sosodoro. Rumah sakit ini dipersiapkan untuk terus meningkatkan kapasitasnya menuju Rumah Sakit Tipe A, sehingga mampu menjadi pusat rujukan kesehatan di kawasan barat Jawa Timur.

Target tersebut tidak hanya menjadi simbol peningkatan status rumah sakit, tetapi merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap bagi masyarakat Bojonegoro. Dengan meningkatnya kapasitas layanan, masyarakat diharapkan memperoleh akses terhadap pelayanan spesialistik dan subspesialistik tanpa harus dirujuk ke luar daerah, sehingga waktu penanganan menjadi lebih cepat dan beban biaya masyarakat dapat ditekan.

Transformasi RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo menjadi bukti bahwa pembangunan sektor kesehatan di Kabupaten Bojonegoro terus bergerak maju. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pemerintah pusat, rumah sakit nasional, tenaga kesehatan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang modern, profesional, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Di tengah berbagai tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, langkah-langkah strategis yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menunjukkan bahwa investasi di bidang kesehatan bukan sekadar membangun gedung atau menghadirkan alat medis berteknologi tinggi. Lebih dari itu, investasi tersebut merupakan bentuk komitmen menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, sehingga RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo dapat tumbuh sebagai rumah sakit rujukan yang membanggakan, sekaligus menjadi salah satu wajah kemajuan pelayanan publik di Kabupaten Bojonegoro.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *