NewsBojonegoro.com — Sebuah unggahan bernada surat terbuka yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro beredar luas di media sosial dan menuai perhatian publik. Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Ban Harith Mage di grup Facebook komunitas lokal Bojonegoro.
Dalam unggahannya, penulis menyampaikan pengalamannya saat istrinya melahirkan dan diminta membuat rekening Bank Jatim oleh seorang bidan. Permintaan tersebut disebut sebagai bagian dari pendataan program kesehatan yang informasinya berkaitan dengan rencana pemberian bantuan pascamelahirkan.

Namun demikian, penulis mengaku hingga saat ini tidak pernah menerima bantuan sebagaimana disampaikan sebelumnya. Setelah dilakukan pengecekan, rekening yang telah dibuat justru tidak menunjukkan adanya transaksi masuk sama sekali.
“Yang menjadi pertanyaan, untuk apa rekening itu dibuat jika tidak ada kejelasan program maupun realisasi bantuan,” tulis penulis dalam unggahannya.
Penulis juga menyoroti proses pembuatan rekening yang dinilai memberatkan. Istrinya yang masih dalam masa pemulihan pascamelahirkan harus mengantre cukup lama di bank, meninggalkan bayi yang masih membutuhkan ASI, serta mengeluarkan biaya pribadi untuk pengurusan administrasi.
Unggahan tersebut turut disertai tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga antara penulis dan seorang bidan. Dalam percakapan itu, bidan menyampaikan bahwa sebelumnya memang ada permintaan pendataan ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), termasuk pengumpulan nomor rekening Bank Jatim, dengan informasi adanya rencana bantuan sosial.
Namun, bidan tersebut mengakui hingga kini tidak ada kejelasan lanjutan dari program dimaksud. Bahkan, menurut pengakuannya, pendataan serupa tidak hanya terjadi di satu desa, melainkan di sejumlah desa lain yang memiliki sasaran program.
“Dulu itu yang meminta pihak orang dinas,” tulis bidan tersebut, sembari menyarankan agar persoalan ini ditanyakan langsung kepada Dinas Kesehatan melalui mekanisme pengaduan resmi.
Unggahan ini mendapat respons signifikan dari warganet. Sejumlah komentar menyebutkan bahwa pengalaman serupa juga dialami warga di wilayah lain di Kabupaten Bojonegoro. Warganet pun berharap adanya penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan kebingungan maupun keresahan di masyarakat.
Hingga berita ini dipublikasikan, NewsBojonegoro.com masih berupaya memperoleh klarifikasi resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro terkait maksud, dasar kebijakan, serta tindak lanjut dari pendataan dan pembuatan rekening tersebut.




















