Tiga Desa di Kedungadem Umumkan Hasil Akhir Seleksi Perangkat Desa

banner 400x130

NewsBojonegoro.com – Tiga desa di Kecamatan Kedungadem, yaitu Desa Kesongo, Desa Kendung, dan Desa Babad, resmi mengumumkan hasil akhir ujian seleksi perangkat desa. Ujian digelar serentak pada Kamis, 11 Desember 2025, di SMA Negeri Kedungadem, mulai pukul 08.00 hingga 09.40 WIB.
Pelaksanaan ujian ditangani oleh tim Universitas Wisnuwardhana Malang dan diawasi langsung oleh panitia dari masing-masing desa.

Formasi yang dibuka meliputi Kasun Kedungpandan, Kaur Keuangan, dan Kasi Kesejahteraan. Peserta dengan nilai tertinggi antara lain Ahmad Alfarizi (63), Rispendi (37), dan Agus Nugroho (45).
Ketua Panitia Desa Kesongo menyampaikan bahwa seluruh proses seleksi berjalan baik dan transparan.
“Alhamdulillah pelaksanaan ujian seleksi perangkat desa telah berjalan lancar tanpa kendala berarti. Semua proses kami lakukan secara terbuka dan sesuai prosedur. Nilai yang diumumkan adalah hasil murni peserta tanpa campur tangan pihak mana pun. Kami berharap peserta terbaik dapat mengemban amanah dengan baik,” ungkapnya.

Formasi yang dibuka adalah Kasi Kesejahteraan serta Kaur Tata Usaha dan Umum. Peserta dengan nilai tertinggi di antaranya Oky Arianto Putra (72), Lia Afraish (56), dan Cahyo Duwi Febrianto (62).
Ketua Panitia Desa Kendung menegaskan bahwa hasil tersebut merupakan nilai asli yang keluar dari sistem.
“Semua tahapan, mulai pendaftaran hingga pengumuman nilai, kami jalankan secara transparan. Tidak ada intervensi apa pun, dan tim penguji dari universitas bekerja independen,” ujarnya.

Desa Babad membuka formasi Kepala Dusun Boro dan Kepala Dusun Kalitengah. Nilai tertinggi diperoleh Sariyono (70) dan Nur Iva Idayanti K (60).
Ketua Panitia Desa Babad juga memberikan pernyataan serupa terkait transparansi.
“Hasil yang kami umumkan adalah nilai murni dari peserta. Pelaksanaan ujian diawasi ketat dan semua berjalan sesuai aturan. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kelancaran kegiatan ini,” katanya.

Tim pelaksana dari Universitas Wisnuwardhana Malang menegaskan bahwa ujian dilakukan objektif. Nilai peserta langsung dicetak dan disahkan di lokasi setelah ujian selesai.
Dengan diumumkannya hasil ini, ketiga desa akan melanjutkan ke tahap berikutnya sesuai ketentuan pengisian perangkat desa.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *