Sekretaris Demokrat Jatim Mulai Dibidik, Empat Nama Menguat di Lingkaran Emil Dardak

Politik687 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Surabaya – Nama Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro Sukur Priyanto, mulai mencuat dalam bursa calon Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026–2031.

Sukur disebut masuk dalam empat nama yang kini tengah dipertimbangkan menyusul peluang Emil Elestianto Dardak kembali memimpin Demokrat Jatim.

Posisi sekretaris menjadi salah satu jabatan strategis dalam komposisi kepengurusan mendatang. Terlebih, Demokrat Jatim dituntut melakukan konsolidasi besar setelah menghadapi penurunan perolehan suara dan kursi legislatif pada Pemilu 2024.

Informasi yang dihimpun NewsBojonegoro.com, proses komunikasi dan penjajakan sejumlah nama untuk posisi sekretaris mulai berjalan. Meski belum dilakukan secara terbuka, sejumlah kandidat disebut telah masuk dalam pembahasan internal.

Selain Sukur Priyanto, tiga nama lain yang disebut menguat adalah Mugianto, Plt Sekretaris Demokrat sekaligus anggota DPRD Trenggalek; Indra Widya, anggota DPRD Jawa Timur; serta Rasiyo, anggota DPRD Jawa Timur.

Masuknya Sukur dalam bursa tersebut menarik perhatian karena dirinya merupakan Ketua DPC Demokrat Bojonegoro. Di bawah kepemimpinannya, ia menjadi salah satu figur yang cukup diperhitungkan dalam struktur Demokrat di kawasan Pantura Jawa Timur.

Sukur juga bukan nama baru dalam dinamika internal Demokrat Jatim. Pengalamannya mengelola partai di tingkat kabupaten menjadi salah satu modal yang membuat namanya diperhitungkan untuk posisi yang lebih strategis di tingkat provinsi.

Baca Juga:Menko PMK Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Padangan, Tekankan Pendidikan untuk Bangun Manusia Seutuhnya

Namun, keputusan akhir belum berada di tangan Emil seorang. Mekanisme penentuan Ketua, Sekretaris dan Bendahara (KSB) akan dilakukan melalui formatur sesuai aturan organisasi Partai Demokrat dan melibatkan DPP.

Emil sendiri masih enggan berbicara terlalu jauh mengenai komposisi kepengurusan. Ia menegaskan seluruh tahapan Musda VII harus dijalankan terlebih dahulu.

“Kalau soal struktur, saya rasa sekarang satu tahap demi satu tahap. Ini kita bicara Musda. Musda ini artinya kami ikuti dulu, nggak boleh disiki (didahului, red),” ujar Emil usai mendaftar sebagai calon Ketua Demokrat Jatim, Kamis (20/8/2026).

Terkait KSB, Emil menyebut prosesnya merupakan bagian dari mekanisme formatur.

“Adapun terkait KSB, itu formatur. Nanti formatur sudah ada aturan organisasinya dan DPP pun juga menjadi bagian dari proses tersebut,” jelasnya.

Sumber internal Demokrat menyebut DPP juga ikut mencermati perkembangan dan peta kader di Jawa Timur sebelum menentukan komposisi kepengurusan.

“Jadi DPP ini juga ikut memantau kondisi dan perkembangan kader-kader di Jawa Timur,” ujar sumber tersebut.

Dengan masuknya Sukur Priyanto dalam radar bursa, perebutan kursi Sekretaris Demokrat Jatim dipastikan menarik untuk dicermati. Apakah Ketua Demokrat Bojonegoro itu akan mendapat kepercayaan naik kelas ke struktur provinsi, atau justru nama lain yang akhirnya dipilih, masih menunggu hasil Musda VII dan proses formatur.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *