NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meresmikan gedung baru SMP Negeri 1 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, bertepatan dengan peringatan HUT ke-61 sekolah tersebut. Sabtu (22/8/2026).
Kedatangan Pratikno yang merupakan alumni SMP Negeri 1 Padangan disambut meriah oleh para siswa. Ia menempuh pendidikan di sekolah tersebut sejak 1973 dan lulus pada 1976.

Peresmian turut dihadiri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Murtadlo, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto, Kapolres Bojonegoro, Dandim 0813 Bojonegoro, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pengurus komite sekolah, alumni, guru, serta tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Pratikno menegaskan bahwa pendidikan tidak sekadar membangun gedung maupun mengejar prestasi akademik. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab lebih besar untuk membentuk manusia secara utuh.
“Intinya adalah membangun manusia dan memajukan kebudayaan. Itu bukan hanya membangun tubuh atau membangun gedung, tetapi membangun manusia. Membangun manusia itu kompleks sekali. Maksudnya bukan hanya akademiknya,” ujar Pratikno.

Ia menjelaskan, sekolah harus mampu melahirkan generasi yang sehat secara fisik, mental, sosial, spiritual, dan moral. Siswa juga perlu dibekali kemampuan bersosialisasi, kepedulian terhadap sesama, kemampuan bekerja sama, serta semangat gotong royong.
“Sekolah itu membangun manusia, bukan hanya mencetak orang pintar, tetapi mencetak orang yang sehat secara fisik, sehat secara mental, sehat secara sosial, bisa bergaul, peduli kepada orang lain, bekerja sama, bergotong royong, serta sehat secara spiritual dan moral,” tegasnya.
Pratikno juga berpesan kepada para siswa agar terus bekerja keras dan belajar dengan baik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, berolahraga, beribadah, serta menghormati orang tua dan guru.
“Kalau kita kerja keras, belajar dengan baik, insyaallah bisa mencapai apa yang kita inginkan. Jangan hanya pintar secara akademik, tetapi juga berolahraga. Harus menjadi manusia yang lengkap, sehat, dan jangan lupa juga beribadah. Selalu hormat kepada orang tua dan guru,” katanya.
Pratikno Soroti Kesehatan Mental Anak di Era Digital
Pratikno turut mengingatkan para siswa mengenai tantangan kesehatan mental di tengah perkembangan teknologi digital.
Baca Juga:Bagi Hasil PI Blok Cepu Disorot, DPRD Bojonegoro Dorong Renegosiasi PT ADS dan PT SER
Menurutnya, anak-anak kini semakin mudah terpapar berbagai informasi melalui media sosial. Kondisi tersebut dapat memunculkan tekanan sosial, rasa takut tertinggal, hingga perundungan di ruang digital atau cyberbullying.
“Dunia digital membuat anak-anak terekspos dengan informasi. Mereka silau dengan sesuatu yang bergemerlap di luar sana. Anak-anak takut ketinggalan dari apa yang mereka lihat di media sosial, belum lagi bullying digital dan banyak lagi,” ujarnya.
Karena itu, Pratikno mengingatkan pentingnya mengendalikan penggunaan perangkat digital pada anak. Ia menegaskan teknologi tidak boleh menggantikan peran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
“Kurangi bertatap dengan layar. Penggunaan layar digital harus benar-benar dijaga. Kesehatan mental sangat-sangat penting sekali. Untuk anak-anak, penggunaan perangkat digital dikurangi, tetapi jangan dijadikan sebagai pengganti pengasuh,” pungkasnya.
Gedung Baru Bukan Ukuran Sekolah Hebat
Meski meresmikan gedung baru, Pratikno mengingatkan bahwa fasilitas fisik bukanlah ukuran utama keberhasilan sebuah sekolah.
“Sekolah hebat bukan karena gedungnya. Sekolah hebat karena anak-anaknya yang hebat. Sekolah hebat tidak diukur dari gedungnya, tetapi dari peserta didik yang hebat, karena ada guru-guru yang luar biasa,” katanya.
Kepala SMP Negeri 1 Padangan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Pratikno sebagai alumni sekolah. Ia berharap sosok Pratikno dapat menjadi inspirasi bagi 957 siswa untuk terus belajar dan meraih cita-cita.
Ia juga berharap gedung baru tersebut dapat menunjang proses pembelajaran dan memberikan manfaat bagi sekolah maupun masyarakat Padangan dan sekitarnya.
Peringatan HUT ke-61 SMP Negeri 1 Padangan mengusung tema “Enam Dekade Mendidik dengan Hati, Satu Tekad Membangun Negeri.”
Wali Murid Apresiasi Kehadiran Pratikno
Salah seorang wali murid yang juga anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Golkar, Anis Mustofa, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Anis menyambut baik kedatangan Pratikno yang merupakan alumni SMP Negeri 1 Padangan. Menurutnya, kehadiran Pratikno menjadi momen istimewa sekaligus memberikan motivasi bagi para siswa.
Sebagai wali murid, ia berharap fasilitas baru tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kenyamanan belajar dan kualitas pendidikan siswa.
Dindik Bojonegoro Dorong Optimalisasi Fasilitas
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro Anwar Murtadlo juga menyambut baik peresmian gedung baru tersebut.
Baca Juga: Penataan Pendidikan Bojonegoro, Sejumlah Guru Dipercaya Mengisi Jabatan Kepala Sekolah
Ia menilai kehadiran Pratikno sebagai alumni yang kembali ke sekolah untuk meresmikan fasilitas pendidikan menjadi inspirasi bagi para siswa. Menurutnya, fasilitas yang memadai perlu diimbangi dengan kualitas guru, lingkungan belajar yang sehat, serta penguatan karakter peserta didik.
Anwar berharap gedung baru tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung proses belajar mengajar dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di SMP Negeri 1 Padangan.
SMPN 1 Padangan Terima Bantuan Rp50 Juta
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan peningkatan mutu SMP Tahun 2026 dari Direktorat Sekolah Menengah Pertama, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.
Bantuan senilai Rp50 juta tersebut diserahkan Menko PMK Pratikno kepada pihak SMP Negeri 1 Padangan dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Peresmian gedung baru dan peringatan HUT ke-61 tersebut menjadi momentum bagi SMP Negeri 1 Padangan untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, tidak hanya melalui fasilitas, tetapi juga melalui pembentukan karakter dan pengembangan potensi peserta didik.















