NewsBojonegoro.com – Suasana berbeda tampak dalam peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke-348 tahun 2025. Jika sebelumnya kegiatan berlangsung meriah dan penuh kemegahan, tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memilih merayakannya secara sederhana namun sarat makna.
Kegiatan yang digelar di halaman Pasar Kota Bojonegoro ini menjadi momentum bagi Pemkab untuk berbagi langsung kepada masyarakat kecil, khususnya para pedagang sayur keliling. Sebanyak 206 pedagang menerima bantuan senilai Rp250.000 per orang, termasuk beberapa pedagang yang berjualan dari rumah.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas usia Bojonegoro yang kini telah mencapai 348 tahun. Ia menegaskan bahwa perayaan tahun ini memang berbeda karena diarahkan agar lebih sederhana dan menyentuh langsung masyarakat.
“Alhamdulillah, Bojonegoro hari ini sudah berusia 348 tahun. Tahun ini seluruh desa di Kabupaten Bojonegoro melaksanakan doa bersama untuk kemakmuran, kedamaian, dan kesejahteraan masyarakat. Hari ini kami berbagi kepada para pedagang keliling, semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa menambah modal usaha, bukan untuk hal-hal yang tidak penting,” ujar Bupati.
Bupati juga berharap masyarakat turut mendoakan agar pemerintahan Bojonegoro senantiasa diberi kelancaran dan keberkahan dalam menjalankan amanah.
“Kami mohon doanya agar kami bisa menjalankan pemerintahan ini dengan baik, dengan khusnul khotimah, dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Bojonegoro,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah dalam sambutannya menegaskan bahwa pelaksanaan peringatan hari jadi tahun ini merupakan bentuk kebijakan Bupati untuk lebih mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
“Dalam rangka hari jadi Bojonegoro ke-348 kali ini, dawuh Bapak Bupati agar perayaan tidak mewah-mewah, tetapi kegiatannya menyentuh langsung kepada masyarakat. Hari ini kita lihat Bapak Bupati menyerahkan bantuan kepada 206 pedagang keliling, dan insyaallah pedagang di desa-desa juga akan mendapatkan bantuan serupa sebesar Rp250.000. Terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Bapak Bupati,” ujar Wabup Nurul yang disambut tepuk tangan meriah para pedagang.
Salah seorang pedagang yang hadir bahkan spontan berseru, “Terima kasih Bapak Bupati!” seraya disambut senyum hangat dari peserta lainnya.
Selain pembagian bantuan, malam sebelumnya seluruh desa di Bojonegoro juga menggelar doa dan syukuran bersama atas perintah Bupati untuk mengenang hari lahir Bojonegoro yang jatuh pada tahun 1677.
Perayaan sederhana namun penuh makna ini menjadi simbol semangat baru Pemkab Bojonegoro dalam menghadirkan kebijakan yang lebih merakyat dan berpihak langsung pada kesejahteraan masyarakat kecil.





















