News Bojonegoro – PT Sata Tec Indonesia memberikan klarifikasi terkait isu bau lingkungan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat sekitar. Manajemen perusahaan menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya, termasuk uji laboratorium, untuk memastikan aktivitas operasional perusahaan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun kesehatan warga.
Manajemen PT Sata Tec Indonesia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil uji laboratorium, kadar zat yang diduga menjadi penyebab bau telah dinyatakan berada di bawah baku mutu standar yang ditetapkan. Uji laboratorium ini dilakukan oleh pihak ketiga yang independen dan memiliki sertifikasi nasional.
“Laboratorium yang kami gunakan adalah laboratorium pihak kedua yang bekerja secara profesional dan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Mereka tidak terafiliasi dengan perusahaan kami. Hasil uji tersebut menyatakan bahwa kondisi udara di sekitar pabrik masih di bawah ambang batas baku mutu standar, baik dari sisi kesehatan maupun dari sisi data ilmiah,” ujar perwakilan manajemen PT Sata Tec Indonesia.
Perusahaan juga menegaskan bahwa laboratorium yang melakukan pengujian memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang diakui secara nasional. “Kalau memang hasilnya menunjukkan adanya zat beracun atau berbahaya, tentu pihak laboratorium tidak akan mengabaikan keselamatan warga. Mereka memiliki kredibilitas dan prosedur ketat yang harus dipatuhi,” tambahnya.
Selain uji mandiri yang dilakukan oleh perusahaan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat juga pernah melakukan pengambilan sampel dan uji bau. Hasilnya, menurut manajemen PT Sata Tec Indonesia, juga menunjukkan bahwa kadar bau yang terdeteksi masih di bawah baku mutu standar yang ditetapkan pemerintah.
“Perlu kami tekankan, perusahaan ini tidak menutup diri. Kami terbuka untuk berdiskusi dan mencari solusi terbaik bersama masyarakat dan pemerintah. Prinsip kami adalah bagaimana perusahaan bisa tetap berjalan, masyarakat nyaman, dan aktivitas umum seperti sekolah di sekitar pabrik juga tidak terganggu,” tegasnya.
Manajemen PT Sata Tec Indonesia berharap semua pihak dapat saling berpikiran terbuka dan mengedepankan komunikasi yang baik dalam menyelesaikan isu ini. Mereka juga memastikan bahwa perusahaan telah menjalankan seluruh prosedur operasional sesuai ketentuan dan tetap berkomitmen menjaga lingkungan.















