NewsBojonegoro.com | Bojonegoro — Ribuan pencari kerja memadati Pendopo Malowopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam gelaran Bejo Career Day 2026, Sabtu (29/8/2026).
Sedikitnya 1.500 pencari kerja datang untuk mencari informasi sekaligus memanfaatkan kesempatan mendapatkan pekerjaan dari sejumlah perusahaan yang membuka lowongan.
Suasana jobfair tampak ramai sejak kegiatan berlangsung. Para pencari kerja terlihat mendatangi stan perusahaan satu per satu untuk menggali informasi mengenai posisi yang tersedia, persyaratan hingga kualifikasi yang dibutuhkan.
Tidak sedikit pula pencari kerja yang datang bersama orang tua. Mereka turut mendampingi anaknya dalam menentukan pilihan pekerjaan maupun mencari informasi perusahaan yang sesuai.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Mahmudi, mengatakan antusiasme masyarakat menunjukkan masih tingginya kebutuhan terhadap akses informasi dan peluang kerja.
Menurutnya, jobfair menjadi ruang pertemuan langsung antara pencari kerja dengan perusahaan.
“Jobfair ini bertujuan menjembatani para pencari kerja agar dapat melamar pekerjaan sesuai bakat dan minat pada perusahaan yang tersedia. Di sisi lain, kegiatan ini juga membantu perusahaan mendapatkan kandidat potensial sesuai kebutuhan kualifikasinya,” ujar Mahmudi.
Dinperinaker Bojonegoro menargetkan kegiatan jobfair dapat digelar sebanyak tiga kali sepanjang 2026. Langkah tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat terhadap informasi lowongan pekerjaan sekaligus membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan.
Mahmudi menyebut jumlah angkatan kerja di Kabupaten Bojonegoro saat ini mencapai 843.465 orang. Jumlah tersebut meningkat 56.070 orang dibandingkan Agustus 2024.
Sementara jumlah penduduk yang bekerja pada 2026 tercatat sebanyak 810.528 orang, atau bertambah 57.918 orang dibandingkan Agustus 2024.
Adapun Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Bojonegoro mencapai 78,61 persen, meningkat 4,75 poin persentase dibandingkan Agustus 2024.
Di sisi lain, Pemkab Bojonegoro menargetkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2026 berada di angka 3,7 persen.
Untuk menghadapi persaingan dunia kerja, Dinperinaker tidak hanya mendorong masyarakat menguasai kemampuan teknis. Pencari kerja juga diminta memperkuat soft skill.
Kemampuan komunikasi, beradaptasi, bekerja sama dalam tim serta kesiapan menghadapi proses rekrutmen dinilai menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan.
“Kami siap mengawal para pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan terbaik sesuai keinginan dan kemampuan kompetensi yang dimiliki,” kata Mahmudi.
Mahmudi juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam membantu anak menentukan pilihan karier.
Menurutnya, masih ditemukan pencari kerja yang belum memiliki gambaran jelas mengenai pekerjaan yang ingin ditekuni. Karena itu, dukungan keluarga diperlukan agar pilihan pekerjaan dapat disesuaikan dengan minat dan kemampuan.
“Dukungan orang tua juga penting, karena tidak sedikit pencari kerja yang masih bingung menentukan pilihan karena yang bingung bahkan orangtuanya sendiri,” ujarnya.
Dinperinaker juga menyediakan kanal informasi untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi lowongan kerja. Informasi tersebut dapat dipantau melalui Instagram @bejo_bjn dan TikTok @dinperinaker.bojonegoro.
Selain informasi lowongan, kanal tersebut juga menyampaikan perkembangan industri kecil dan menengah (IKM) serta informasi ketenagakerjaan lainnya.
Masyarakat juga dapat bergabung dalam komunitas informasi lowongan kerja melalui grup WhatsApp maupun berkonsultasi langsung dengan Dinperinaker Kabupaten Bojonegoro.
Bejo Career Day 2026 tidak hanya menjadi tempat pencari kerja berburu lowongan.
Dalam kegiatan tersebut juga digelar pengumuman hasil tes seleksi Pelatihan Sertifikasi Kompetensi Tahap II Tahun 2026.
Selain itu, peserta memperoleh pembekalan melalui Talkshow Job Ready dengan tema “Strategi Menembus Dunia Kerja dan Menjadi Kandidat Pilihan”.
Talkshow tersebut menghadirkan Cynthia Cecilia, Co-founder Jobhun, yang bergerak di bidang rekrutmen dan pengembangan karier.
Dinperinaker juga menggandeng 14 asosiasi Industri Kecil dan Menengah (IKM). Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ketenagakerjaan di Bojonegoro.
Salah satu pencari kerja, Nanda, warga Kecamatan Sumberrejo, mengaku terbantu dengan adanya jobfair tersebut.
Menurutnya, pencari kerja bisa mendapatkan informasi secara langsung dari perusahaan, termasuk mengenai posisi yang tersedia dan persyaratan yang harus dipenuhi.
“Saya merasa bisa langsung mencari informasi pekerjaan dan persyaratan dari perusahaan yang ada di sini. Semoga saya bisa segera mendapatkan pekerjaan langsung dari sini,” ujar Nanda.
Melalui Bejo Career Day 2026, Pemkab Bojonegoro berharap pertemuan antara pemerintah, dunia usaha dan pencari kerja tidak berhenti pada kegiatan jobfair.
Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu membuka semakin banyak kesempatan kerja, meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat Bojonegoro.






















