News Bojonegoro – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro terus memaksimalkan penyebaran informasi ketenagakerjaan kepada masyarakat melalui platform Bojonegoro Enggal Kerjo (BEJO).
Melalui platform tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi penting terkait dunia kerja, mulai dari lowongan pekerjaan, pelatihan kerja, hingga layanan pembuatan Kartu AK-1 (Kartu Pencari Kerja) yang kini dapat diurus secara online.
Agar informasi tersebut menjangkau masyarakat lebih luas, Disperinaker Bojonegoro meminta seluruh camat di wilayah Kabupaten Bojonegoro untuk membantu menyebarluaskan informasi layanan ketenagakerjaan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Permintaan tersebut disampaikan melalui surat resmi Disperinaker Bojonegoro tertanggal 2 Maret 2026 yang ditujukan kepada para camat se-Kabupaten Bojonegoro. Para camat diminta meneruskan informasi tersebut kepada kepala desa dan lurah di wilayah masing-masing.
Kepala Disperinaker Bojonegoro, Mahmudi, mengatakan langkah ini dilakukan agar masyarakat, khususnya para pencari kerja, dapat lebih mudah mengakses informasi peluang kerja yang tersedia.
“Kami berharap melalui dukungan para camat dan pemerintah desa, informasi layanan ketenagakerjaan ini dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat desa. Dengan begitu, para pencari kerja di Bojonegoro dapat lebih mudah memperoleh informasi lowongan pekerjaan maupun layanan ketenagakerjaan yang disediakan pemerintah,” ujar Mahmudi.
Selain memberikan informasi lowongan kerja, platform BEJO juga menyediakan akses bagi masyarakat yang ingin membuat Kartu AK-1 secara online. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah para pencari kerja dalam mengurus administrasi tanpa harus datang langsung ke kantor.
Mahmudi juga mengimbau masyarakat yang telah mendapatkan pekerjaan agar melaporkan statusnya melalui tautan yang telah disediakan oleh Disperinaker.
“Data ini sangat penting untuk pemutakhiran data ketenagakerjaan di Bojonegoro, sehingga berbagai program dan kebijakan pemerintah di bidang ketenagakerjaan dapat disusun secara lebih tepat sasaran,” tambahnya.
Melalui optimalisasi layanan tersebut, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat lebih mudah memperoleh informasi peluang kerja serta memanfaatkan berbagai layanan ketenagakerjaan yang tersedia.

















