Warga Deling Keluhkan Jalan Rusak, Minta Pemkab Bojonegoro Turun Tangan

banner 400x130

News Bojonegoro – Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan keluhan warga Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, terkait kondisi jalan penghubung antar desa yang rusak parah. Dalam video tersebut, warga menyampaikan langsung aspirasinya kepada Bupati Bojonegoro agar segera menindaklanjuti melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Ruas jalan yang dikeluhkan warga berada di wilayah Desa Deling menuju Dusun Jonoporong, Ngobalan, dan Babalan, Kecamatan Sekar. Jalur ini merupakan akses vital masyarakat di kawasan perbukitan yang menghubungkan sejumlah dusun sekaligus menjadi jalur ekonomi warga.

“Pak Bupati, mohon Dinas PU Bojonegoro segera mengecek kembali jalan Deling–Wonoporong–Babalan. Hari ini warga bergotong-royong memperbaiki jalan dengan dana urunan sendiri, membeli pasir, koral, dan semen untuk pengecoran seadanya. Padahal jalur ini sudah menjadi tanggung jawab PU,” ujar salah seorang warga dalam video yang beredar.

Untuk memperkuat informasi tersebut, redaksi News Bojonegoro menghubungi pengunggah video melalui sambungan telepon WhatsApp. Ia diketahui bernama Widodo, warga Dusun Jonoporong, RT 19 RW 9, Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro.

Kepada redaksi, Widodo menyampaikan bahwa aksi gotong-royong dilakukan murni karena kondisi jalan sudah tidak layak dilalui. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat berharap pembangunan dimulai dari jalur utama Desa Deling yang menjadi akses paling vital.

“Saya mewakili masyarakat Desa Deling, Dusun Jonoporong dan Ngobalan, sangat berharap jalan ini segera dibangun. Seharusnya pembangunan dimulai dari arah Deling dulu, bukan dari stren. Kami berharap Dinas PU bisa turun langsung mengecek kondisi lapangan,” ujar Widodo.

Lebih lanjut, Widodo mengungkapkan bahwa warga secara swadaya mengumpulkan dana sekitar Rp15 juta untuk membeli material seperti pasir, koral, dan semen. Bantuan material juga datang dari beberapa warga yang memiliki toko bangunan di sekitar wilayah tersebut.

“Warga patungan sekitar lima belas juta rupiah untuk membeli material, dan ada juga bantuan dari teman-teman yang punya galangan atau toko material. Kami lakukan ini agar jalan bisa sedikit diperbaiki dan bisa dilewati warga,” tambahnya.

Saat ini, warga dua dusun di sekitar jalur tersebut masih melakukan pengecoran darurat secara mandiri. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi konkret, minimal dengan perbaikan darurat sebelum musim hujan tiba.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Ir. Chusaifi Ivan R., S.T., M.M., saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2025, pelaksanaan pembangunan ruas Deling–Stren memang dimulai dari arah Stren.

“Untuk lokasi yang dimaksud warga, yaitu ruas Jonoporong, akan kami laksanakan pada tahun 2026. Hal ini karena akses menuju lokasi melalui jalan Bareng–Ngobalan pada tahun 2025 ini juga sedang dilakukan pembangunan berupa rekonstruksi. Jadi secara teknis, pengerjaan ruas Jonoporong baru bisa dilaksanakan setelah proyek Bareng–Ngobalan selesai,” jelas Ivan.

Ia menambahkan, pihaknya akan segera meninjau lokasi untuk memastikan kondisi terkini sekaligus melihat kemungkinan adanya penanganan sementara agar jalur tersebut tetap bisa digunakan warga sebelum perbaikan permanen dilakukan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru