Newsbojonegoro.com | Bojonegoro — Momentum Hari Raya Idulfitri dimanfaatkan Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, untuk menyampaikan refleksi kinerja sekaligus arah pembangunan daerah ke depan. Hal itu disampaikannya usai pelaksanaan Salat Idulfitri di Masjid Agung Darussalam, Sabtu (21/3/2026).
Didampingi sejumlah pejabat Pemkab Bojonegoro, Nurul Azizah hadir di tengah jemaah dan menyampaikan sejumlah capaian serta pekerjaan rumah yang masih perlu dibenahi dalam satu tahun terakhir masa kepemimpinan.
Dalam sambutannya, ia terlebih dahulu menyinggung status Masjid Baabus Shofa yang kini telah resmi menjadi aset milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Masjid tersebut sebelumnya merupakan milik keluarga AKBP (Purn) Budi Djatmiko dan telah dihibahkan untuk kepentingan masyarakat.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan demi memperluas manfaat fasilitas keagamaan bagi publik, sekaligus memperkuat peran pemerintah dalam pengelolaan aset sosial.
Lebih lanjut, Nurul Azizah mengakui bahwa masih terdapat sejumlah capaian pembangunan yang belum optimal. Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap dan berkelanjutan.
Ia juga menyoroti kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mengalami penurunan, dari kisaran Rp8 triliun pada periode 2023–2024 menjadi sekitar Rp6 triliun pada 2026. Meski demikian, ia menegaskan bahwa berbagai indikator pembangunan tetap menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Bojonegoro mengalami penurunan, disertai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Selain itu, produksi padi juga meningkat signifikan, dari 710 ribu ton menjadi 844 ribu ton, serta angka harapan hidup yang naik dari 73 menjadi 75 tahun.
Di sektor pemerataan pembangunan, pemerintah daerah terus mendorong distribusi bantuan keuangan desa (BKD) yang kini telah menjangkau lebih dari 400 desa.
Sementara itu, untuk tahun 2026, Pemkab Bojonegoro menargetkan sejumlah program prioritas. Di antaranya adalah memastikan seluruh anak usia sekolah dapat mengenyam pendidikan, mengingat masih terdapat lebih dari 5.000 anak yang belum bersekolah.
Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan seluruh warga telah menikmati akses listrik, seiring masih adanya ratusan keluarga yang belum teraliri listrik. Upaya lain yang tengah digenjot adalah penanganan penyakit tuberkulosis (TBC) dengan target eliminasi.
Di bidang sosial, pengentasan kemiskinan tetap menjadi fokus utama, dengan jumlah keluarga miskin yang masih mencapai puluhan ribu dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
Pada sektor kesehatan, Pemkab Bojonegoro juga tengah mendorong peningkatan layanan melalui rencana pengembangan rumah sakit tipe A yang bekerja sama dengan RSCM. RSUD Bojonegoro pun diarahkan menjadi rumah sakit pendidikan.
Selain itu, komitmen terhadap program beasiswa dan bantuan sosial tetap dilanjutkan, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.
Untuk infrastruktur, sejumlah proyek strategis turut disiapkan, di antaranya pembangunan menara Masjid Darussalam, penataan alun-alun, revitalisasi Pasar Kota, hingga rencana pembangunan jalur lingkar selatan.
Menutup sambutannya, Nurul Azizah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam membangun daerah, sembari memohon doa agar kepemimpinan yang dijalankan mampu membawa Bojonegoro menjadi lebih sejahtera.
Sementara itu, dalam khutbah Salat Idulfitri, khatib Dr. H. Yogi Prana Izza mengangkat tema tentang pentingnya mengendalikan ego dan memperkuat keimanan. Ia mengingatkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sehingga manusia diajak untuk menahan amarah, saling memaafkan, dan meningkatkan ketakwaan.
Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi saling bersalaman antara jajaran pemerintah dan masyarakat sebagai bentuk kebersamaan di hari kemenangan.




















