News Bojonegoro – Mahfud Saputra, pemuda asal Bojonegoro yang menjadi korban pengeroyokan brutal di Desa Biting, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, hingga 33% ingatannya hilang akhirnya mendapat penanganan medis lanjutan di kampung halamannya. Pemeriksaan dilakukan di RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro, Kamis (7/8/2025).
Kepada media, ibu Mahfud menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Pemkab Bojonegoro, RSUD Sosodoro, dan Puskesmas Padangan yang telah membantu proses pengobatan putranya. Ia mengungkapkan beban berat yang ditanggung selama perawatan di Blora.
“Waktu di Blora kami bayar sendiri. Katanya, karena anak saya korban pengeroyokan, jadi tidak dicover BPJS Kesehatan. Biaya yang keluar hampir seratus juta rupiah,” ujarnya dengan suara lirih.
Respon cepat ditunjukkan oleh Pemkab Bojonegoro setelah informasi kasus ini menyebar. Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, langsung menggerakkan dinas terkait untuk memberikan pendampingan dan layanan kesehatan.
“Alhamdulillah, setelah mendapat informasi dari teman-teman media, kami segera instruksikan dinas terkait untuk memberikan penanganan. Dan hari ini, pemeriksaan bisa dilakukan,” terang Wabup Nurul.
Direktur RSUD Sosodoro, dr. Ani Pujiningrum, menjelaskan bahwa Mahfud telah menjalani pemeriksaan neurologi dan akan menjalani terapi lanjutan sesuai kondisi medisnya.
“Pasien sudah kontrol dan diperiksa bagian saraf. Selanjutnya akan kami terapi sesuai kebutuhannya. Semoga lekas membaik,” ungkap dr. Ani.
Diketahui, kasus pengeroyokan yang menimpa Mahfud Saputra kini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Blora. Keluarga berharap proses hukum berjalan adil dan kondisi kesehatan Mahfud segera pulih.





















