PNM dan Zulkifli Hasan: Kolaborasi Nyata untuk Pangan Keluarga

Berita Utama, Tokoh508 Dilihat
banner 400x130

News Bojonegoro – Suasana sejuk pegunungan Kopeng, Jawa Tengah, menjadi latar kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Di antara ladang brokoli dan kandang ayam petelur, ia meninjau langsung beragam program pemberdayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bagi nasabah Mekaar dan ULaMM-yang kini menjadi bagian nyata dari ekosistem ketahanan pangan lokal. 

Kunjungan dimulai dari usaha grosir dan ritel milik nasabah PNM yang menjual telur ayam hasil program Rumah Pangan. Di tempat itu, Menko Pangan melihat sendiri bagaimana hasil ternak bukan hanya memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga, tapi juga menjadi sumber pendapatan tambahan.

Perjalanan dilanjutkan ke rumah pembibitan sayuran yang juga dikelola nasabah binaan PNM. Menteri tak hanya meninjau, ia turut serta dalam panen brokoli, berinteraksi langsung dengan para petani perempuan yang menjadi ujung tombak program ini.Di salah satu rumah nasabah Mekaar, Menteri Zulkifli juga hadir dalam pertemuan kelompok mingguan (PKM), forum rutin yang menjadi sarana pendampingan dan penguatan kapasitas usaha bagi para ibu prasejahtera. Melalui pertemuan ini, lebih dari 22,5 juta perempuan di seluruh Indonesia tak hanya mendapat pembiayaan, tapi juga pengetahuan dasar kewirausahaan, manajemen keuangan, hingga dukungan sosial.

“Saya terima kasih ke PNM karena sudah membantu ketahanan pangan di daerah-daerah terutama di desa. Saya yakin masa depan ibu-ibu akan cerah, apalagi dibantu program ayam petelur ini. Pak Presiden juga punya program MBG, jadi Insya Allah usaha di bidang ayam petelur akan laku keras,” ujar Zulkifli Hasan.

Rangkaian kunjungan ditutup di Rumah Pangan PNM, tempat dijalankannya program ketahanan pangan berbasis peternakan ayam petelur. Program ini terbukti berdampak langsung, yakni selain menambah penghasilan sebesar Rp50.000–Rp150.000 per hari, konsumsi telur di rumah tangga nasabah pun meningkat, yang berarti gizi keluarga ikut membaik. Survei PNM pada September lalu mencatat mayoritas keluarga nasabah mengalami perubahan pola makan yang lebih sehat sejak mengikuti program ini.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyambut baik arahan Menko dan menyampaikan bahwa program ayam petelur ini baru langkah awal dari upaya pemberdayaan yang lebih besar.

“Mungkin ini kontribusi kecil PNM yang bisa kami lakukan. Diawali dari memenuhi kebutuhan masing-masing, kebutuhan lingkungan, dan ke depan kita akan perluas hingga bisa memenuhi kebutuhan pasar secara luas, apalagi tadi Pak Menko mengatakan akan ada 82,9 juta penerima MBG yang perlu disuplai,” ungkap Arief.

Kehadiran Menko Pangan RI dalam kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen PNM untuk mendukung Instruksi Presiden (Inpres) No. 14 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan kawasan swasembada pangan, energi, dan air nasional.

Melalui PNM untuk UMKM dan PNM Pemberdayaan UMKM, PNM terus mendorong pemberdayaan yang berkelanjutan-bukan hanya lewat modal, tapi juga lewat pendampingan dan penciptaan kemandirian pangan.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa upaya besar dimulai dari langkah kecil, yaitu dari brokoli yang dipanen sendiri, dari telur yang dikonsumsi setiap pagi, dan dari semangat perempuan-perempuan desa yang kini berdiri lebih kuat untuk masa depan keluarganya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *