Bojonegoro — Polres Bojonegoro menggelar pelatihan peningkatan kemampuan personel dalam penanganan bencana dan kedaruratan selama dua hari, Kamis–Jumat (4–5/12/2025). Kegiatan berlangsung di Gedung AP I Rawi serta kawasan Sungai Bengawan Solo, Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk. Program ini menjadi langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang meningkat saat musim hujan tiba.
Pelatihan dibuka oleh Wakapolres Bojonegoro, Kompol Yoyok Dwi Purnomo, dan diikuti para Kanit Sabhara Polsek jajaran serta personel dari berbagai satuan di Polres Bojonegoro. Kehadiran elemen teknis ini diharapkan memperkuat kesiapan aparat dalam merespons situasi darurat dengan cepat dan terkoordinasi.
Sejumlah narasumber turut dilibatkan, di antaranya BPBD Bojonegoro, Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Jatim, RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro, dan Damkar Bojonegoro. Mereka memberikan materi komprehensif terkait penanganan bencana dari aspek pencegahan hingga penyelamatan.
Damkar Bojonegoro memberikan pelatihan pemadaman kebakaran, mulai teknik pencegahan, penanggulangan, hingga proses evakuasi. BPBD menekankan pentingnya manajemen bencana secara menyeluruh, meliputi pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan pemulihan. Materi juga diperkuat dengan simulasi gempa, teknik evakuasi, serta praktik lapangan.
Dari aspek kesehatan, RS Bhayangkara memberikan materi Dokkpol, termasuk Kesehatan Lapangan dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD). Keterampilan ini dinilai krusial untuk mendukung tindakan cepat personel saat menemukan korban dalam kondisi gawat darurat. Sementara Brimob Polda Jatim membekali peserta dengan kemampuan Search and Rescue (SAR) untuk mempercepat respon saat bencana terjadi.
Kompol Yoyok Dwi Purnomo menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas SDM Polri demi mendukung ketangguhan daerah. Pelatihan disusun dalam dua sesi; hari pertama berisi teori dasar dan pemahaman teknis, sedangkan hari kedua fokus pada materi lanjutan dan simulasi lapangan di bantaran Bengawan Solo.
Menurutnya, keterlibatan beragam satuan dalam kegiatan ini juga memperkuat jejaring koordinasi lintas unit, sehingga respon bencana di Bojonegoro dapat berjalan lebih efektif. “Harapannya peserta dapat mengikuti dan menerapkan materi dengan baik agar tingkat ketangguhan dan kesiapsiagaan semakin baik,” ujarnya.
Dengan pelatihan ini, Polres Bojonegoro berharap peningkatan kemampuan personel dapat memperkuat sistem penanggulangan bencana di wilayah Bojonegoro. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.















