News Bojonegoro – Isu kesejahteraan guru madrasah swasta menjadi sorotan dalam kegiatan sosialisasi toleransi dan keberagaman suku, agama, ras, dan golongan yang digelar di Hotel Dewarna Bojonegoro, Minggu (8/3/2026).
Dalam forum tersebut, para guru memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi terkait peningkatan kesejahteraan kepada Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Daerah Pemilihan (Dapil) XII, Budiono.
Kegiatan yang berlangsung dengan suasana dialogis itu dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi, termasuk Ketua Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) Bojonegoro, Moh Burhanudin, serta para guru madrasah swasta di Kabupaten Bojonegoro.
Dalam sambutannya, Ketua FGSNI Bojonegoro, Moh Burhanudin, menyampaikan kegelisahan para guru madrasah swasta terkait kondisi kesejahteraan yang dinilai masih jauh dari harapan.
Menurutnya, para guru yang mengabdi di lembaga pendidikan berbasis madrasah sering kali belum mendapatkan perhatian yang sebanding dengan kontribusi mereka dalam mencerdaskan generasi bangsa.
“Kami merasakan kegelisahan luar biasa terkait nasib rekan-rekan guru swasta. Sebagai pendidik di negeri yang kaya raya, sudah saatnya aspek kesejahteraan menjadi prioritas nyata, bukan sekadar wacana,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap para guru madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.
Menanggapi aspirasi tersebut, Budiono menyatakan kesiapannya untuk mengawal berbagai usulan terkait kesejahteraan guru madrasah swasta di tingkat Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, ada beberapa poin yang menjadi perhatian dalam upaya memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah swasta. Pertama, pengawalan aspirasi guru swasta agar mendapatkan perhatian kebijakan yang lebih adil. Kedua, pengusulan skema insentif berbasis tiga klaster, yakni guru bersertifikasi, guru non-sertifikasi, serta tenaga kependidikan (tendik).
Selain itu, ia juga memberikan motivasi kepada para pendidik agar tetap konsisten menjalankan tugas mulia mencerdaskan generasi bangsa.
“Jangan pernah lelah menjadi pendidik. Kami di legislatif akan terus berusaha menjadi jembatan agar setiap aspirasi yang bapak-ibu sampaikan dapat membuahkan hasil nyata bagi kesejahteraan keluarga besar madrasah,” tegasnya.
Toleransi dan Keadilan Sosial
Kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya menekankan pentingnya menjaga toleransi dan keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat, tetapi juga mengingatkan bahwa keadilan sosial bagi para pendidik merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa.
Melalui forum tersebut, para guru berharap aspirasi mereka dapat menjadi perhatian serius dan ditindaklanjuti melalui kebijakan nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan guru madrasah swasta di daerah.
















