Eko Wahyudi dan Sriyadi Purnomo Suarakan Penolakan Kenaikan Cukai SKT

Uncategorized309 Dilihat
banner 400x130

News Bojonegoro – Anggota DPR-RI H. Eko Wahyudi, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan petani tembakau dan industri rokok padat karya di tengah menurunnya daya beli masyarakat. Menurutnya, rencana pemerintah menaikkan cukai tembakau, khususnya sigaret kretek tangan (SKT), perlu dipertimbangkan ulang.

“Kalau kita lihat sekarang, daya beli masyarakat turun. Ini jelas berpengaruh terhadap industri. Kalau cukai dinaikkan, dampaknya akan kembali ke masyarakat dan petani tembakau. Kita sebagai wakil rakyat dari dapil sini tentu akan menyuarakan agar kenaikan cukai SKT ini ditinjau kembali,” tegas Eko Wahyudi. Minggu (14/9/2025).

Ia juga mengungkapkan fakta di lapangan terkait maraknya peredaran rokok tanpa cukai, yang menurutnya tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu produksi rokok resmi. “Kita harus berpikir menyeluruh. Semua pihak, baik petani maupun industri, harus berada pada frekuensi yang sama demi keberlangsungan bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama Koperasi Kareb yang juga Ketua Mitra Produksi Sigaret Indonesia, Dr. H. Sriyadi Purnomo, menyampaikan harapan agar pemerintah dan DPR RI menahan diri untuk tidak menaikkan cukai maupun harga jual eceran (HJE) rokok SKT padat karya.

“Kami mohon kepada teman-teman anggota DPR RI, baik dari Komisi XI, IX, VII, maupun IV, agar melihat realita di lapangan. Daya beli masyarakat sedang turun. Kalau cukai dan HJE dinaikkan, industri legal seperti SKT padat karya akan semakin tertekan. Kami berharap minimal tiga tahun ke depan tidak ada kenaikan cukai dan HJE,” ujarnya.

Sriyadi Purnomo menegaskan, kenaikan cukai justru akan memperlebar peredaran rokok ilegal dan berpotensi menimbulkan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Sampai saat ini Alhamdulillah kondisi kita masih stagnan, belum ada PHK. Tapi kalau rokok makin mahal, daya beli turun, produksi ikut turun, ini bisa mengarah ke PHK. Semoga hal itu tidak terjadi di tempat kita,” pungkasnya.

Hal tersebut disampaikan usai kegiatan Senam Sehat Bersama dalam rangka peringatan HUT ke-49 Koperasi Kareb Bojonegoro, yang berlangsung meriah di Lapangan Mitra Produksi Sigaret (MPS) Kapas dan diikuti ribuan pekerja, anggota koperasi, serta jajaran Forkopimda.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru