Newsbojonegoro.com — Seorang pria yang diduga aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Bojonegoro menjadi sorotan setelah terlihat berada di sebuah kafe pada saat jam kerja. Pria tersebut mengenakan pakaian yang mirip dengan seragam batik Obor Samin, yang selama ini dikenal sebagai seragam batik khas ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/2/2026). Saat itu, pria yang mengenakan batik Obor Samin tersebut tampak sedang makan bersama seorang wanita di sebuah kafe di jalan Monginsidi, desa Bangilan kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro. Keberadaannya di tempat tersebut menimbulkan perhatian sejumlah pengunjung, mengingat waktu kejadian masih berada dalam jam kerja.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pria tersebut tidak sendiri. Ia terlihat duduk bersama seorang perempuan, serta seorang pria lainnya yang mengenakan kaos bertuliskan “Dander”, yang merupakan nama salah satu kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

Kehadiran pria yang diduga ASN itu di kafe pada jam kerja dinilai tidak pantas dan dianggap mencoreng citra aparatur pemerintah. Apalagi, sebagai pelayan publik, ASN diharapkan dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional selama jam dinas berlangsung.
Salah satu pengunjung kafe yang menyaksikan kejadian tersebut mengaku geram. Ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan etika kerja seorang aparatur yang digaji dari uang rakyat.
“Ini kan masih jam kerja, mereka dibayar dengan uang pajak kita. Kok enaknya malah bawa cewek makan di jam kerja. Ini harus ditindak tegas,” ujarnya kepada awak media.
Menanggapi informasi tersebut, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Heri Kristanto, saat dikonfirmasi melalui sambungan aplikasi WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya memerlukan data yang lebih lengkap untuk melakukan klarifikasi.
“Jika ada data yang bersangkutan, lebih bagus untuk kami klarifikasi,” jelasnya.
Pihak BKPP membuka kemungkinan untuk melakukan penelusuran lebih lanjut apabila identitas pria yang mengenakan seragam tersebut dapat dipastikan. Hal itu penting untuk mengetahui apakah yang bersangkutan benar merupakan ASN serta apakah terdapat pelanggaran disiplin saat jam kerja.
Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya kedisiplinan aparatur sipil negara, terutama dalam menjaga etika kerja serta kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik.














