Newsbojonegoro.com | Bojonegoro – Kondisi jalan rusak disertai gundukan aspal yang terlalu tinggi di KM 35 jalur Babad–Bojonegoro, tepatnya di Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, kembali menelan korban. Dalam kurun waktu kurang dari satu malam hingga pagi hari, sedikitnya lima kecelakaan lalu lintas terjadi di titik yang sama—menjadi bukti nyata buruknya penanganan infrastruktur di wilayah tersebut. Senin (27/4/2026)
Korban terbaru adalah Muhammad Irsyad, seorang pelajar SMA asal Desa Bungkal, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Ia mengalami luka serius di bagian kaki setelah terjatuh dari motor yang ia kendarai akibat menghantam gundukan jalan yang tidak wajar. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Dedi, penjaga jalan di sekitar lokasi, mengungkapkan bahwa kecelakaan di titik tersebut bukan kejadian baru. Bahkan, dalam satu malam sebelumnya tercatat empat insiden serupa.
“Ini sudah berkali-kali menyebabkan kecelakaan. Tadi malam saja ada empat orang yang jatuh di sini,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jalan yang rusak parah dan tidak segera diperbaiki menjadi ancaman nyata bagi pengguna jalan, khususnya pada malam hari saat visibilitas terbatas.
Dedi juga mengaku telah berupaya menyuarakan kondisi tersebut melalui media sosial. Namun hingga kini, belum ada respons atau tindakan nyata dari pihak berwenang.
“Sudah saya upload. Masyarakat juga bingung harus melapor ke mana. Tapi faktanya, sudah banyak korban di sini,” tambahnya.

Kesaksian warga lain di lokasi mempertegas betapa berbahayanya kondisi jalan tersebut. Bahkan, kecelakaan yang menimpa Irsyad nyaris berujung fatal.
“Tadi hampir terlindas truk tronton di bagian kepala. Untung masih selamat,” ungkap seorang warga.
Warga pun mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani kerusakan jalan yang notabene merupakan jalur antarprovinsi. Mereka menilai lambannya respons seolah menunjukkan pembiaran terhadap potensi bahaya yang terus memakan korban.
“Ini jalan antarprovinsi, ini wewenang PU provinsi kenapa bisa separah ini? Apa pemerintah tidak tahu, atau memang tutup mata?” kritik warga.
Rangkaian kejadian ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah maupun instansi terkait. Ketika jalan rusak dibiarkan tanpa penanganan cepat, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar kenyamanan, melainkan keselamatan nyawa masyarakat.




















