APPA Bojonegoro Kecam Kekacauan Olimpiade Matematika, Nilai Panitia Tidak Siap

Pendidikan, Peristiwa480 Dilihat
banner 400x130

News Bojonegoro – Ketua Asosiasi Perlindungan Perempuan dan Anak (APPA) Bojonegoro, Nafidhatul Hima, mengecam keras kekacauan yang terjadi dalam pelaksanaan Olimpiade Matematika tingkat SD/MI pada Minggu, 7 Desember 2025. Ia menilai, insiden yang membuat ribuan anak dan orang tua panik tersebut menjadi bukti bahwa panitia tidak siap menggelar kegiatan sebesar itu.

Hima menyampaikan, sebuah event pendidikan dengan peserta ribuan anak seharusnya dirancang dengan persiapan matang, terutama terkait keamanan, manajemen kerumunan, serta alur kegiatan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

“Harusnya panitia sudah matang dan tahu apa yang harus dilakukan. Kejadian ini membuat anak-anak trauma. Tidak hanya anak, orang tua juga ikut mengalami trauma,” ungkapnya.

Menurutnya, situasi di Gedung Serbaguna Bojonegoro saat kejadian berlangsung sangat tidak terkendali. Banyak anak dan orang tua berdesakan, mencari jalur aman, hingga memicu kepanikan massal. Kondisi tersebut, kata Hima, menunjukkan lemahnya pengorganisasian dari pihak penyelenggara.

“Jumlah anak dan orang tua sebanyak itu di tempat yang tidak terkelola dengan baik jelas memicu kepanikan. Dari kacamata kami, panitia tidak siap dan tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Hima menambahkan, kekecewaan orang tua sangat wajar karena peserta dalam lomba tersebut mayoritas adalah anak-anak kelas 1 dan 2 SD, yang seharusnya mendapatkan lingkungan kompetisi yang aman dan nyaman.

“Tadi banyak orang tua protes sampai misuh-misuh karena merasa panitianya seenaknya. Ini anak kecil, bukan anak kelas 5–6,” ujarnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *