Angin Kencang Robohkan Rumah Warga di Sukosewu, Tim BPBD Lakukan Asesmen

Peristiwa703 Dilihat
banner 400x130

News Bojonegoro — Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan satu unit rumah warga di Dusun Sumurpandan, Desa Sumberjokidul, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, roboh rata dengan tanah. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Tim News Bojonegoro yang berada di lokasi mendapati kondisi bangunan rumah sudah ambruk seluruhnya. Rumah yang terbuat dari material kayu itu tak mampu menahan terpaan angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan lebat.

Salah satu warga setempat yang menjadi saksi mata, saat ditemui di lokasi, menuturkan bahwa angin berhembus sangat kencang dalam waktu singkat.
“Hujannya deras sekali, lalu anginnya kencang. Tidak lama kemudian rumah itu langsung roboh. Kejadiannya cepat sekali,” ujar warga yang enggan disebutkan namanya.

Rumah tersebut diketahui milik Supatmin (75), warga Dusun Sumurpandan RT 03 RW 05 Desa Sumberjokidul. Berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan dengan ukuran kurang lebih 5 x 8 meter itu rata dengan tanah. Beruntung, saat kejadian tidak ada korban jiwa.

Menurut keterangan keluarga, pascakejadian Supatmin untuk sementara waktu tinggal di rumah anaknya karena kondisi rumah sudah tidak layak huni.
Laporan kejadian baru diterima oleh BPBD Bojonegoro pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 14.00 WIB dari kepala dusun setempat. Tak berselang lama, personel BPBD langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan asesmen.

Sekitar pukul 15.00 WIB, tim BPBD tiba di lokasi dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa, aparat kepolisian sektor setempat, serta Satpol PP Kecamatan Sukosewu.

Selain melakukan pendataan kerusakan, BPBD juga menyalurkan bantuan darurat berupa dua paket sembako dan satu lembar terpal guna membantu kebutuhan awal korban terdampak.

Petugas BPBD di lokasi juga menyarankan pemerintah desa agar segera menyusun proposal permohonan bantuan kepada Bupati Bojonegoro dengan tembusan BPBD, sebagai dasar tindak lanjut penanganan pascabencana.

Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp30 juta. Adapun status tanah rumah yang roboh diketahui berstatus Sertifikat Hak Milik (SHM).

Hingga Kamis sore, kondisi di lokasi kejadian terpantau aman dan kondusif. Aparat terkait masih melakukan koordinasi lanjutan untuk memastikan kebutuhan korban terpenuhi serta mencegah potensi risiko lanjutan akibat cuaca ekstrem.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *