NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Penataan sumber daya manusia di bidang pendidikan Kabupaten Bojonegoro kembali dilakukan. Sebanyak 155 ASN mendapat amanah sebagai kepala sekolah dalam pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan yang dipimpin Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Kamis (20/8/2026).
Pelantikan berlangsung di Pendopo Malowopati Bojonegoro dan diikuti secara virtual oleh peserta di masing-masing unit kerja.
Selain kepala sekolah, pelantikan juga mencakup jabatan fungsional tertentu. Berdasarkan informasi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, secara keseluruhan terdapat 504 ASN yang dilantik, terdiri dari 155 kepala sekolah dan 349 pejabat fungsional.
Sejumlah guru yang sebelumnya menduduki jabatan guru ahli madya maupun ahli muda mendapat kepercayaan untuk memimpin satuan pendidikan di berbagai kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.
Sejumlah Guru Dipercaya Jadi Kepala Sekolah
Data pengangkatan kepala sekolah yang dihimpun NewsBojonegoro.com mencatat sejumlah nama yang mendapat amanah baru.
Di antaranya Iin Herianti, S.Pd., yang sebelumnya merupakan Guru Ahli Madya SD Negeri Tambahrejo I, diangkat menjadi Kepala Sekolah SD Negeri Bakung, Kecamatan Kanor.
Kemudian Luluk Arifatur Rahmatin, S.Pd., dari Guru Ahli Muda bidang PAUD dipercaya menjadi Kepala Sekolah TK Negeri Model Terpadu Bojonegoro.
Baca Juga:Harga Daging Sapi Naik hingga Rp140 Ribu, Pemkab Bojonegoro Tegaskan Pemotongan Wajib di RPH
Selanjutnya Eni Fidiawati, S.Pd.SD., dari Guru Ahli Muda SD Negeri Alasgung II mendapat amanah sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Kedungsumber II, Kecamatan Temayang.
Nama lain yakni Drs. Ahmad Supriyanto, yang sebelumnya merupakan Guru Ahli Madya SMP Negeri 1 Bubulan, kini dipercaya menjadi Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Bubulan.
Sementara Siti Rochmah, S.Pd. mendapat amanah sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Campurejo I, Kecamatan Bojonegoro, setelah sebelumnya bertugas sebagai guru di SD Negeri Sukorejo.
Berikutnya, Bambang Hermawan, S.Pd. dipercaya menjadi Kepala Sekolah SD Negeri Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, setelah sebelumnya bertugas di SD Negeri Ngasem I.
Ada pula Sri Utami, S.Pd.SD. yang diangkat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Ngablak, Kecamatan Dander, dari sebelumnya Guru Ahli Madya SD Negeri Dander I.
Kemudian Mochamad Arifin, S.Pd. dipercaya menjadi Kepala Sekolah SD Negeri Wedi, Kecamatan Kapas, setelah sebelumnya bertugas sebagai Guru Ahli Madya SD Negeri Kapas I.
Dewi Kartika Sari, S.Pd. mendapat amanah sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Mojo, Kecamatan Kalitidu, sedangkan Agus Setiawan, S.Pd. diangkat sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Sumberejo, Kecamatan Trucuk.
Selanjutnya terdapat Nur Hidayah, S.Pd.SD. sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Jatigede, Kecamatan Sugihwaras, Hadi Sutrisno, S.Pd. sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Tondomulo, Kecamatan Kedungadem, serta Siti Aminah, S.Pd. sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Ndrawin, Kecamatan Kepohbaru.
Selain itu, Ahmad Zainuddin, S.Pd. dipercaya menjadi Kepala Sekolah SD Negeri Prayungan, Kecamatan Sumberrejo, Sri Mulyani, S.Pd. sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Kalisari, Kecamatan Baureno, dan Supriyanto, S.Pd. sebagai Kepala Sekolah SD Negeri Sumberwangi, Kecamatan Kanor.
Data pengangkatan tersebut menunjukkan bahwa pengisian jabatan kepala sekolah dilakukan dengan memberikan amanah kepada sejumlah guru yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai guru ahli muda maupun guru ahli madya.
Bupati Minta Kepala Sekolah Jadi Teladan
Dalam arahannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menyampaikan selamat kepada seluruh ASN yang mendapat amanah jabatan maupun tempat penugasan baru.
Menurutnya, Pemkab Bojonegoro berupaya agar penempatan ASN dapat sedekat mungkin dengan domisili masing-masing.
“Dari yang bergeser tempat penugasan diusahakan agar tidak jauh-jauh dari rumah,” ujar Setyo Wahono.
Namun, Bupati mengingatkan bahwa menjadi kepala sekolah bukanlah tugas ringan. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar karena tidak hanya mengelola satuan pendidikan, tetapi juga menjadi panutan bagi guru dan peserta didik.
“Harus siap menjadi contoh, itu yang paling berat,” tegasnya.
Menurut Setyo Wahono, kepala sekolah harus mampu menjadi fasilitator, termasuk memastikan kebutuhan sarana dan prasarana untuk mendukung proses pembelajaran.
“Harus mampu menjadi fasilitator, memenuhi sarana prasarana untuk siswa,” katanya.
Kepala sekolah juga dituntut mampu memberikan spirit kepada guru dan siswa serta melakukan evaluasi terhadap perkembangan peserta didik.
Selain itu, kepala sekolah harus memberikan keteladanan melalui perilaku maupun ucapan.
Pendidikan Dituntut Mengikuti Perkembangan Teknologi
Pemkab Bojonegoro, kata Bupati, berkomitmen memberikan dukungan terhadap dunia pendidikan, baik melalui fasilitas maupun peningkatan kesejahteraan.
Di sisi lain, satuan pendidikan diminta mampu mengikuti perkembangan zaman, terutama perkembangan teknologi digital yang berlangsung cepat.
Sekolah dinilai memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan tersebut.
“Selamat berjuang untuk generasi kita,” imbuh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono.
Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan berlangsung khidmat, diawali dengan pengambilan sumpah dan dilanjutkan penandatanganan berita acara.
Dengan pengisian jabatan tersebut, penataan tenaga pendidikan di Kabupaten Bojonegoro diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan di satuan pendidikan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan pendidikan bagi masyarakat.





















