Guru dan Kepala Sekolah di Bojonegoro Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Pendidikan391 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pembelajaran di satuan pendidikan. Salah satu langkah nyata yang ditempuh adalah melalui Pelatihan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) bagi guru dan kepala sekolah, yang digelar selama empat bulan di Gedung SMPN dan SMAN Model Terpadu Bojonegoro.

Pelatihan ini dilaksanakan dengan sistem IN1–ON–IN2, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan — mulai dari TK, SD, hingga SMP. Kegiatan terbagi dalam dua tahap dan bertujuan memperkuat pemahaman pendidik terhadap konsep pembelajaran yang menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, serta berkarakter pada peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Drs. Ec. Anwar Mukhtaddlo, M.Si, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi peningkatan mutu pendidikan yang sejalan dengan arah kebijakan pendidikan bermutu untuk semua.

“Siswa setelah lulus diharapkan memiliki delapan dimensi profil lulusan. Salah satu upayanya adalah memperbaiki kualitas pembelajaran melalui pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning), yang menekankan pada suasana belajar berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendampingan langsung dari Fasilitator Pembelajaran Mendalam yang telah lulus Training of Trainer (ToT) dari BBGTK Provinsi Jawa Timur. Para peserta dilatih untuk mendesain skenario pembelajaran berbasis proyek, melakukan refleksi praktik mengajar, serta menyusun rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di sekolah masing-masing melalui tahapan inkuiri kolaboratif.

Dalam tahapan ON, para guru dan kepala sekolah menerapkan hasil pembelajaran dari sesi IN1 dengan bimbingan langsung fasilitator di satuan pendidikan masing-masing.

Salah satu peserta, Tutik Mariani, Kepala SMP Plus Al Fatimah, menilai kegiatan ini sangat relevan dengan tantangan pembelajaran masa kini.

“Kami jadi lebih memahami bagaimana melakukan inkuiri kolaboratif untuk mengajak warga sekolah meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, kami mendapat kesempatan berbagi praktik baik dengan sekolah lain,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Bojonegoro berharap para guru dan kepala sekolah mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, sehingga proses belajar di Bojonegoro semakin berpihak pada murid dan menghadirkan pembelajaran yang benar-benar bermakna.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *