Kejuaraan SH Terate Bojonegoro ke-XIX 2025: Ranting Kapas Raih Juara Umum

Ajang dua tahunan SH Terate Cabang Bojonegoro–Pusat Madiun diikuti 28 ranting dan menjadi sarana pembinaan prestasi serta penguatan nilai persaudaraan.

banner 400x130

News Bojonegoro — Kejuaraan Antar Ranting Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Bojonegoro–Pusat Madiun ke-XIX Tahun 2025 resmi berakhir. Ajang dua tahunan yang digelar pada 21–24 Desember 2025 tersebut diikuti 28 ranting se-Kabupaten Bojonegoro dan berlangsung di Gedung Pusat Latihan (Puslat) Gantari Kirana.

Ranting Kapas berhasil keluar sebagai Juara Umum I dengan total raihan 12 medali, terdiri dari 7 medali emas, 2 perak, dan 3 perunggu. Capaian tersebut menempatkan Ranting Kapas sebagai ranting dengan prestasi tertinggi pada kejuaraan tahun ini.

Posisi Juara Umum II diraih Ranting Trucuk dengan total 15 medali, sementara Juara Umum III ditempati Ranting Kedungadem dengan raihan 7 medali. Persaingan antarranting berlangsung ketat dan kompetitif, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas serta nilai persaudaraan.

Ketua SH Terate Cabang Kabupaten Bojonegoro, Kangmas Wahyu Subakdiono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan pengurus ranting yang telah berpartisipasi serta menjaga kondusivitas selama kejuaraan berlangsung.

“Kejuaraan antar ranting ini bukan semata-mata tentang prestasi atau kalah dan menang, tetapi menjadi wadah pembinaan mental, karakter, serta sportivitas atlet warga SH Terate,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nilai utama yang terus ditanamkan dalam setiap kejuaraan adalah persaudaraan dan etika bertanding sesuai ajaran Setia Hati.

“Kami ingin menanamkan bahwa kemenangan sejati adalah tetap menjaga persaudaraan, etika, dan ajaran SH Terate,” lanjutnya.

Lebih lanjut disampaikan, hasil kejuaraan ini akan menjadi bahan evaluasi pembinaan atlet ke depan, khususnya dalam mempersiapkan pesilat-pesilat terbaik Bojonegoro untuk berlaga di tingkat provinsi maupun nasional.

“Kami berharap dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet unggulan yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga matang secara mental dan berakhlak. Prestasi penting, namun persaudaraan tetap menjadi yang utama,” tambahnya.

Selain tiga besar juara umum, sejumlah ranting lain seperti Balen, Baureno, Bojonegoro, Bubulan, Dander, Kalitidu, Kanor, Padangan, Purwosari, Sukosewu, Sumberejo, Tambakrejo, hingga Temayang juga mencatatkan perolehan medali. Hal ini menunjukkan pemerataan kualitas pembinaan pencak silat di tingkat ranting.

Kejuaraan Antar Ranting SH Terate ini diharapkan terus menjadi agenda berkelanjutan dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus memperkuat soliditas dan persaudaraan warga SH Terate di Kabupaten Bojonegoro.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *