Emil Dardak Sebut Bojonegoro Punya Kekhususan, Strategi Demokrat Jatim Tak Bisa Diseragamkan

Politik861 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Surabaya – Bakal kembali memimpin DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, Emil Elestianto Dardak menyiapkan strategi baru dengan pendekatan yang lebih menyesuaikan karakter masing-masing daerah.

Salah satu daerah yang secara khusus disebut Emil adalah Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, Bojonegoro memiliki kekhususan dan tantangan tersendiri sehingga tidak bisa disamakan dengan daerah lain di Jawa Timur.

Pernyataan tersebut disampaikan Emil saat mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur periode 2026-2031 di Kantor DPD Demokrat Jatim, Surabaya, Kamis (20/8/2026) malam.

Emil mengatakan, setiap daerah memiliki karakter dan persoalan yang berbeda. Karena itu, strategi politik maupun program partai perlu disusun dengan mempertimbangkan kondisi lokal.

Ia mencontohkan Bojonegoro dan Bondowoso yang memiliki karakter berbeda. Demikian pula Surabaya yang mempunyai kekhususan serta tantangan tersendiri.

“Setiap daerah punya kekhususannya masing-masing. Saya tidak bisa menyamakan Bojonegoro dengan Bondowoso. Surabaya juga punya kekhususan sendiri, punya tantangannya sendiri,” ujar Emil.

Menurut Emil, garis besar program partai memang dapat dibuat secara bersama-sama. Namun, pelaksanaan di masing-masing daerah harus diberikan ruang untuk menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat.

Usai rangkaian kegiatan pendaftaran calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak tampak makan dan bercengkrama bersama para Ketua DPC Demokrat se-Jawa Timur. Suasana berlangsung santai dan penuh keakraban, menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antarpengurus menjelang Musda VII Demokrat Jatim.
Usai rangkaian kegiatan pendaftaran calon Ketua DPD Partai Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak tampak makan dan bercengkrama bersama para Ketua DPC Demokrat se-Jawa Timur. Suasana berlangsung santai dan penuh keakraban, menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antarpengurus menjelang Musda VII Demokrat Jatim.

 

DPC Diberi Ruang Lebih Besar

Emil juga menggagas penguatan peran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) apabila kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim.

Menurutnya, program yang dirancang DPD tidak harus seluruhnya dijalankan secara seragam. DPC perlu memiliki ruang untuk menjadi penggerak utama program sesuai karakter wilayah masing-masing.

“Desain program itu saya ingin program DPD pun DPC lead di depan,” tegasnya.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar keberadaan Partai Demokrat tidak hanya terasa ketika memasuki momentum politik atau pemilu, tetapi juga hadir dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Emil menyebut sejumlah persoalan masyarakat, seperti layanan kesehatan maupun kekeringan, sebagai contoh persoalan yang membutuhkan kehadiran kader partai di tengah masyarakat.

Kembali Maju dalam Musda VII Demokrat Jatim

Emil resmi mengembalikan formulir pendaftaran sebagai calon Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Ia menyatakan keputusannya maju kembali telah melalui komunikasi dengan para Ketua DPC Demokrat se-Jawa Timur serta para senior partai.

Musda VII Partai Demokrat Jawa Timur dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 untuk menentukan kepemimpinan DPD Demokrat Jatim periode 2026-2031.

Emil juga menegaskan dukungannya terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Ia berharap seluruh kader Demokrat di Jawa Timur dapat menjaga soliditas serta bergerak bersama memperkuat pengabdian partai kepada masyarakat.

Bagi Bojonegoro, pernyataan Emil mengenai adanya kekhususan daerah menjadi perhatian tersendiri. Sebab, jika Emil kembali dipercaya memimpin Demokrat Jatim, strategi politik untuk Bojonegoro berpeluang dirancang dengan mempertimbangkan karakter dan kebutuhan daerah secara lebih spesifik.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *