Petani Bojonegoro Dapat Perlindungan hingga Modernisasi Alat Panen, Pemkab Salurkan Sejumlah Bantuan

banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memperkuat sektor pertanian terus dilakukan melalui penyaluran berbagai program pendukung bagi petani. Tidak hanya meningkatkan produktivitas, bantuan yang disalurkan juga dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap risiko gagal panen sekaligus mendorong modernisasi alat pertanian.

Program tersebut diwujudkan melalui penyerahan bantuan irigasi perpompaan, Premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), pupuk NPK non subsidi bagi petani tembakau, hingga alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan yang bersumber dari APBN dan APBD Tahun Anggaran 2026 itu diserahkan kepada kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di Aula Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Rabu (22/7/2026).

Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan perubahan iklim menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui penguatan sarana produksi pertanian. Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga produktivitas lahan.

“Melalui bantuan irigasi perpompaan, kami berharap produktivitas pertanian tetap terjaga, indeks pertanaman meningkat, dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak. Bantuan ini akan diterima 33 poktan dan gapoktan di sejumlah kecamatan. Kami juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Baca Juga: Transformasi Layanan Kesehatan Bojonegoro, Dari Visi Bupati Setyo Wahono hingga Langkah Nyata RSUD Sosodoro Menuju Rumah Sakit Rujukan Modern

Selain penguatan infrastruktur, pemerintah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp669,6 juta untuk bantuan Premi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dengan cakupan lahan seluas 17.000 hektare. Pendanaan program tersebut berasal dari APBD Kabupaten Bojonegoro sebesar 20 persen dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar 80 persen. Secara simbolis, bantuan premi AUTP diserahkan kepada tujuh kelompok tani di Kecamatan Baureno.

Di sisi lain, bantuan alsintan juga disambut positif oleh para petani. Saeful Ashar, anggota Gapoktan Bangun Tani Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, mengaku kehadiran combine harvester berkapasitas besar akan membuat proses panen menjadi lebih cepat dan efisien.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan combine harvester ini. Kehadiran alat tersebut akan sangat membantu petani saat musim panen dan mendukung ketahanan pangan di Bojonegoro,” kata Saeful.

Melalui rangkaian bantuan tersebut, Pemkab Bojonegoro tidak hanya berupaya meningkatkan hasil produksi pertanian, tetapi juga membangun sistem pertanian yang lebih tangguh menghadapi perubahan iklim, memperkuat perlindungan petani, dan mendorong penggunaan teknologi modern di sektor pertanian.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *