JLS Bojonegoro Jadi Sorotan, Pemkab Siapkan Kawasan Ekonomi Baru Balen–Leran–Ngujo

banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Rencana pembangunan Jalur Lingkar Selatan (JLS) Bojonegoro kembali menjadi perhatian dalam kegiatan Sapa Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro edisi VI di Pendopo Malowopati, Kamis (3/9/2026).

Dalam dialog tersebut, Jefri Mubarok, pengamat ruang tata kota dari Kelurahan Karangpacar, menyampaikan sejumlah persoalan yang perlu diperhatikan pemerintah terkait pembangunan JLS. Salah satunya menyangkut keberlangsungan usaha masyarakat dan ratusan pelaku UMKM yang selama ini menggantungkan aktivitas ekonominya di sepanjang jalur lama.

Jefri juga mendorong agar pembangunan JLS tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur untuk mengurai lalu lintas, tetapi juga harus disiapkan sebagai bagian dari pengembangan pusat-pusat ekonomi baru di Bojonegoro.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan pembangunan JLS merupakan bagian dari perencanaan yang telah dilakukan sejak periode pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, rencana tersebut juga lahir dari kebutuhan dan keresahan masyarakat terhadap kondisi lalu lintas serta perkembangan wilayah Bojonegoro.

“Karena pembangunan JLS ini sudah direncanakan dari periode-periode sebelumnya dan berdasar pada keresahan masyarakat,” ujar Bupati Wahono.

Namun, pemerintah tidak ingin pembangunan JLS justru mematikan aktivitas ekonomi masyarakat yang selama ini berkembang di jalur lama.

Karena itu, Pemkab Bojonegoro menyiapkan pengembangan kawasan ekonomi baru yang diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi di wilayah selatan.

Salah satu kawasan yang disebut dalam dialog tersebut adalah koridor Balen–Leran–Ngujo. Kawasan ini diarahkan untuk menjadi bagian dari pengembangan ekonomi baru seiring dengan pembangunan dan perkembangan jaringan jalan di Bojonegoro.

Persoalan keberlangsungan UMKM menjadi perhatian karena perubahan arus kendaraan akibat keberadaan JLS berpotensi memengaruhi aktivitas perdagangan di jalur lama. Pemerintah dituntut memastikan penataan infrastruktur berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selain persoalan JLS, dalam Sapa Bupati edisi VI tersebut masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi lain, mulai dari tata kota, infrastruktur, lalu lintas, UMKM dan PKL, pelayanan publik hingga program kesejahteraan masyarakat.

Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa pembangunan Bojonegoro harus dilakukan dengan mendengarkan kebutuhan masyarakat. Pemerintah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan sinergi seluruh elemen masyarakat.

“Kita berdua (Bupati dan Wabup) tidak bisa membangun Bojonegoro tanpa adanya sinergi dari seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
(Red)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *