Pengemudi Online dan Offline di Bojonegoro Merasa Dirugikan dengan Bus Gratis Pemkab Tuban

Ekonomi266 Dilihat
banner 400x130

Bojonegoro – Sejumlah pengemudi online dan offline di Bojonegoro yang tergabung dalam komunitas Transportasi Stasiun (Tatas) merasa dirugikan dengan adanya bus gratis milik Pemkab Tuban.

Pemkab Tuban sendiri telah meluncurkan Bus Ganteng sebagai salah satu program untuk meningkatkan mobilitas masyarakat dan mengurangi kemacetan di jalan. Namun, program ini juga memiliki dampak pada pengemudi online dan offline di Bojonegoro.

Menurut Ketua Tatas, Dwi atau yang akrab disapa Bang Dwi, pendapatan mereka menurun drastis sejak transportasi dengan julukan “Bus Ganteng” itu beroperasi.

“Pendapatan kami menurun drastis sejak Bus Ganteng beroperasi. Banyak penumpang yang beralih menggunakan bus gratis tersebut, sehingga kami merasa dirugikan,” ujar Bang Dwi. Jumat (2/4/2025).

Bang Dwi menjelaskan bahwa komunitas Tatas telah beroperasi di Bojonegoro selama beberapa tahun dan telah menjadi salah satu pilihan transportasi bagi masyarakat. Namun, dengan adanya Bus Ganteng, banyak penumpang yang beralih menggunakan transportasi gratis tersebut.

“Bus Ganteng memang sangat membantu masyarakat, tapi kami juga perlu diperhatikan. Kami memiliki keluarga yang harus dibiayai, dan pendapatan kami yang menurun drastis membuat kami khawatir,” tambah Bang Dwi.

Menurut Bang Dwi, solusi yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan mengalihkan titik penjemputan Bus Ganteng ke Jalan MH Thamrin atau Maliogoro.

“Alangkah baiknya jika titik penjemputan dialihkan ke Jalan MH Thamrin atau Maliogoro, dan jangan di stasiun atau terminal. Dengan demikian, penumpang yang mau naik Bus Ganteng bisa menggunakan jasa transportasi di stasiun, seperti tukang becak, ojek pangkalan, taksi stasiun, dan taksi online,” kata Bang Dwi.

Dalam waktu dekat, komunitas Tatas berencana untuk melakukan audiensi dengan Pemkab Bojonegoro untuk membahas masalah ini dan mencari solusi yang terbaik bagi semua pihak. Bang Dwi berharap bahwa Pemkab Bojonegoro dapat memahami kesulitan yang dihadapi oleh pengemudi online dan offline di Bojonegoro.

Untuk di ketahui. Bus Si Mas Ganteng, yang merupakan singkatan dari Transportasi Masyarakat Tuban yang Elegan, Aman, Nyaman, dan Terintegrasi, diluncurkan pada 5 Februari 2024 oleh Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky. Bus ini memiliki 10 rute yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Tuban.

Baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) membuka rute baru layanan Si Mas Ganteng Generasi 2 untuk arah Tuban – Stasiun Bojonegoro. Rute ini dapat digunakan secara gratis oleh pelajar dan masyarakat.

Jadwal Operasional:

–  Pagi

    – Dari Tuban ke Bojonegoro: 05.00 WIB

    – Dari Bojonegoro ke Tuban: 07.30 WIB

–  Sore

    – Dari Tuban ke Bojonegoro: 16.15 WIB

    – Dari Bojonegoro ke Tuban: 18.30 WIB

Titik keberangkatan dimulai dari Terminal Wisata Kebonsari Tuban. Dengan adanya koneksi langsung ke Stasiun Bojonegoro, masyarakat Tuban kini memiliki akses yang lebih mudah dan efisien untuk melanjutkan perjalanan antarkota menggunakan moda kereta api.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *