News Bojonegoro – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau sekitar H-14 Lebaran, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Kota (Pasar Wisata) Bojonegoro mulai menunjukkan pergerakan.
Berdasarkan pantauan di Pasar Kota dan pasar wisata Bojonegoro, Sabtu (7/3/2026), beberapa komoditas mengalami kenaikan tipis meski sebagian lainnya masih relatif stabil.
Harga beras premium terpantau berada di kisaran Rp14.881 per kilogram, sedangkan beras medium sekitar Rp12.897 per kilogram.
Sementara itu, gula kristal putih dijual sekitar Rp16.743 per kilogram. Untuk minyak goreng curah berada di kisaran Rp18.957 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan premium sekitar Rp20.353 per liter.
Pada komoditas cabai, cabai merah keriting mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp31.144 menjadi sekitar Rp31.394 per kilogram. Cabai merah besar juga naik tipis menjadi Rp28.465 per kilogram.
Namun demikian, beberapa komoditas justru mengalami penurunan harga. Cabai rawit merah turun menjadi sekitar Rp90.266 per kilogram, sementara bawang merah berada di kisaran Rp36.438 per kilogram.
Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras terpantau sekitar Rp38.608 per kilogram, sedangkan daging sapi paha belakang berada di kisaran Rp120.894 per kilogram. Sementara telur ayam ras tercatat sekitar Rp29.579 per kilogram.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Kota Bojonegoro, Bagus, mengatakan pergerakan harga bahan pokok mulai terasa menjelang Lebaran karena meningkatnya permintaan masyarakat.
“Biasanya kalau sudah mendekati Lebaran beberapa bahan mulai naik, terutama cabai. Tapi untuk sekarang kenaikannya masih tipis dan masih normal,” ujar Bagus.
Menurutnya, aktivitas pasar biasanya akan semakin ramai ketika memasuki pekan terakhir Ramadan.
“Kalau sudah mendekati H-7 Lebaran biasanya pembeli mulai banyak yang belanja untuk persiapan hari raya,” tambahnya.
Sementara itu, seorang pembeli bernama Endah mengaku mulai memperhatikan harga kebutuhan dapur menjelang Lebaran.
“Sekarang masih beli seperlunya dulu. Biasanya nanti mendekati Lebaran baru belanja lebih banyak untuk kebutuhan masak di rumah,” kata Endah.
Ia berharap harga bahan pokok tetap stabil sehingga tidak terlalu memberatkan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
















