Disdagkop UM Bojonegoro Respons Cepat Keluhan LPG 3 Kg, Koordinasi dengan Pertamina Terus Dilakukan

Ekonomi, Peristiwa1044 Dilihat
banner 400x130

NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait sulitnya memperoleh Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi tabung 3 kilogram di sejumlah wilayah. Melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disdagkop UM), Pemkab langsung berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga guna memastikan distribusi tetap berjalan sesuai kuota serta menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi di lapangan memerlukan intervensi.

Keluhan tersebut muncul setelah sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram di pangkalan resmi. Bahkan, di tingkat pengecer harga gas melon dilaporkan mencapai Rp22 ribu hingga Rp26 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga: Petani Bojonegoro Dapat Perlindungan hingga Modernisasi Alat Panen, Pemkab Salurkan Sejumlah Bantuan

Rahmat, warga Dusun Madean, Kelurahan Jetak, Kecamatan Bojonegoro, mengaku telah berkeliling ke sejumlah pangkalan resmi di wilayah Kota Bojonegoro. Namun, upayanya tidak membuahkan hasil karena stok di beberapa pangkalan telah habis.

“Sudah muter ke beberapa pangkalan, tapi kosong semua. Kalaupun ada di warung, harganya sampai Rp26 ribu per tabung,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah pedagang kaki lima di Kota Bojonegoro. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan LPG bersubsidi dalam beberapa pekan terakhir sehingga khawatir aktivitas usahanya terganggu.

“Beberapa minggu ini sulit cari LPG di wilayah kota. Banyak pangkalan yang kosong,” kata salah seorang pedagang.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Disdagkop UM Kabupaten Bojonegoro, Ahmadi, mengatakan hasil koordinasi dengan Pertamina Patra Niaga menunjukkan pasokan LPG 3 kilogram untuk Kabupaten Bojonegoro masih disalurkan sesuai kuota yang telah ditetapkan.

Menurutnya, kondisi yang dikeluhkan masyarakat diduga dipengaruhi meningkatnya pembelian masyarakat (panic buying) serta faktor musiman pada musim kemarau.

“Kelangkaan dikarenakan panic buying dan faktor musiman (musim kemarau),” jelas Ahmadi melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga: Gandeng Universitas Brawijaya, Bupati Setyo Wahono Siapkan Fakultas Kedokteran di Bojonegoro

Ia menambahkan, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024, Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG 3 kilogram di pangkalan resmi ditetapkan sebesar Rp18 ribu per tabung. Sementara harga yang mencapai Rp26 ribu merupakan harga di tingkat pengecer yang tidak diatur secara langsung oleh pemerintah maupun Pertamina.

Disdagkop UM Bojonegoro juga terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga untuk memantau distribusi di lapangan, sekaligus membuka peluang pelaksanaan operasi pasar apabila kondisi distribusi memerlukan langkah tersebut.

Menanggapi keluhan warga seperti yang dialami Rahmat, Pemkab Bojonegoro mengimbau masyarakat untuk membeli LPG bersubsidi di pangkalan resmi sesuai HET dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Masyarakat yang menemukan pangkalan menjual di atas HET atau mengalami kesulitan memperoleh LPG 3 kilogram juga diminta segera melaporkan melalui Call Center Pertamina 135 maupun surat elektronik [email protected] agar dapat segera ditindaklanjuti.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *