NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Pembangunan jembatan penghubung Desa Ngablak–Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, kembali menjadi sorotan. Meski sebelumnya telah dilakukan peninjauan dan evaluasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro bersama jajaran Kecamatan Dander, aktivitas pengerjaan di lokasi justru kembali dipertanyakan.
Pantauan NewsBojonegoro.com, Rabu (19/8/2026), saat jam kerja, tidak terlihat adanya pekerja yang melakukan aktivitas pembangunan di lokasi jembatan tersebut. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai perkembangan pekerjaan proyek yang hingga kini belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan secara normal.
Selain minimnya aktivitas pekerja, kondisi jembatan darurat yang selama ini digunakan masyarakat juga mulai memprihatinkan. Sejumlah bagian kayu yang menjadi material jembatan darurat terlihat mulai lapuk dan membutuhkan perhatian, terutama karena jembatan tersebut masih menjadi akses penting bagi masyarakat yang melintas.
Kondisi tersebut menjadi semakin ironis karena pembangunan jembatan ini sebelumnya telah mendapat perhatian langsung dari Pemkab Bojonegoro.
Pada April 2026, Wakil Bupati Bojonegoro Hj. Nurul Azizah bersama tim teknis dari sejumlah perangkat daerah melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Dalam peninjauan tersebut, Pemkab meminta agar pembangunan jembatan segera dituntaskan dengan tetap memperhatikan standar, kualitas mutu pekerjaan, kondisi alam, serta aspek keselamatan masyarakat.
Jembatan tersebut diketahui merupakan proyek yang mendapatkan dukungan melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025, dengan nilai sekitar Rp2,14 miliar.
Namun, perjalanan pembangunan jembatan tersebut tidak berjalan mulus. Proyek sempat mengalami kendala hingga dilakukan evaluasi dan pembongkaran pada sejumlah bagian pekerjaan.
Pemerintah Kecamatan Dander sebelumnya juga menyampaikan bahwa kondisi alam menjadi salah satu kendala dalam proses pembangunan. Luapan air dan kondisi aliran sungai di sekitar lokasi disebut turut memengaruhi pelaksanaan pekerjaan.
Meski demikian, persoalan teknis tersebut semestinya tidak membuat masyarakat kehilangan kepastian mengenai kapan jembatan tersebut dapat diselesaikan dan digunakan secara aman.
Terlebih, hasil monitoring dan evaluasi teknis sebelumnya menemukan sejumlah bagian yang masih perlu disempurnakan. Di antaranya berkaitan dengan penyesuaian spesifikasi material dan dimensi papan jembatan agar memenuhi standar keselamatan.
Inspektorat Bojonegoro juga disebut ikut mengawal tindak lanjut atas catatan teknis tersebut. Artinya, persoalan pembangunan jembatan Ngablak bukan lagi sekadar menjadi perhatian pemerintah desa, tetapi telah mendapat pengawasan dari pemerintah daerah.
Kontraktor Dipertanyakan
Kondisi di lapangan pada Rabu (19/8/2026) kemudian memunculkan pertanyaan lebih serius. Setelah dilakukan sidak dan evaluasi oleh Pemkab serta Kecamatan Dander, mengapa pada jam kerja tidak terlihat aktivitas pekerja di lokasi?
Apakah pekerjaan memang sedang dihentikan sementara karena menunggu penyelesaian persoalan teknis, atau terdapat kendala lain dalam pelaksanaan proyek?
Pertanyaan tersebut penting dijawab karena proyek menggunakan anggaran publik dengan nilai sekitar Rp2,14 miliar.
Pemkab sebelumnya juga telah menegaskan pentingnya kualitas dan keselamatan dalam pembangunan jembatan tersebut. Namun, apabila kondisi lapangan masih minim aktivitas sementara jembatan darurat yang digunakan masyarakat mulai lapuk, maka masyarakat berhak mendapatkan penjelasan secara terbuka.
Apalagi jembatan ini memiliki fungsi penting sebagai penghubung aktivitas warga Desa Ngablak dan Desa Ngulanan.
NewsBojonegoro.com juga belum memperoleh keterangan secara jelas mengenai identitas perusahaan pelaksana pekerjaan, nilai kontrak final, konsultan pengawas, maupun progres pekerjaan terakhir berdasarkan dokumen kontrak.
Hal ini menjadi penting untuk dibuka kepada publik agar masyarakat dapat mengetahui siapa yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pekerjaan, berapa lama masa pengerjaannya, serta bagaimana mekanisme pengawasan dan pertanggungjawaban apabila terdapat pekerjaan yang harus diperbaiki.
Jangan Sampai Sidak Berhenti di Peninjauan
Sidak pemerintah semestinya tidak berhenti pada peninjauan lokasi. Setelah ditemukan persoalan teknis, masyarakat tentu berharap ada tindak lanjut yang nyata dan terukur.
Sebab, persoalan pembangunan jembatan bukan hanya menyangkut proyek fisik, tetapi juga menyangkut keselamatan warga yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
Kayu jembatan darurat yang mulai lapuk juga menjadi alarm tersendiri. Jika akses tersebut masih digunakan masyarakat sementara pembangunan jembatan permanen belum selesai, kondisi jembatan darurat semestinya menjadi perhatian serius pemerintah dan pihak pelaksana.
Kini masyarakat tinggal menunggu jawaban: kapan Jembatan Ngablak–Ngulanan benar-benar selesai dan dapat digunakan secara aman?
Dan yang tak kalah penting, mengapa setelah berulang kali mendapat perhatian dan sidak pemerintah, aktivitas pengerjaan di lokasi masih tidak terlihat saat jam kerja?
Hingga berita ini ditulis, NewsBojonegoro.com masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak Pemerintah Desa Ngablak, Kecamatan Dander, dinas teknis terkait, serta pihak pelaksana pekerjaan mengenai kondisi dan progres pembangunan jembatan tersebut.





















