NewsBojonegoro.com — Kondisi infrastruktur di Dusun Kaligede, Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro kembali menjadi sorotan. Jalan rusak parah sepanjang lebih dari tiga kilometer, ditambah minimnya penerangan, membuat jenazah seorang warga terpaksa ditandu secara manual menggunakan lampu senter pada Rabu malam, 4 Februari 2026.
Peristiwa memilukan tersebut terekam dalam sebuah video yang kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat warga bergotong royong menandu jenazah melewati jalan berlumpur dan licin dalam kondisi gelap gulita. Tak adanya lampu penerangan jalan membuat warga harus mengandalkan cahaya senter dan lampu ponsel untuk menerangi perjalanan di tengah malam.
Dalam video tersebut, perekam menyampaikan keprihatinannya menggunakan logat Jawa, menggambarkan beratnya kondisi yang harus dialami warga Kaligede saat menghadapi situasi duka.
Saat dikonfirmasi NewsBojonegoro.com melalui sambungan WhatsApp, perekam video membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kondisi jalan sudah lama rusak dan semakin memburuk saat musim hujan.
“Jalan tidak bisa dimasuki mobil. Motor saja susah karena licin,” ungkapnya.
Menurutnya, jenazah dipulangkan dari rumah sakit menggunakan ambulans. Namun kendaraan hanya mampu sampai di sekitar Masjid Samin karena akses jalan yang tidak memungkinkan.
“Ambulans mentok di situ. Dari sana sampai rumah, jenazah harus ditandu lebih dari tiga kilometer,” jelasnya.
Ia menambahkan, perjalanan dilakukan dalam kondisi gelap tanpa penerangan jalan.
“Karena tidak ada lampu, warga pakai senter dan lampu HP biar bisa jalan,” tambahnya.
Proses penanduan pun berlangsung cukup lama karena warga harus ekstra hati-hati melewati jalan berlumpur dan licin.
Sementara itu, Kepala Desa Desa Meduri membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengakui bahwa lokasi kejadian berada di wilayah yang selama ini menjadi titik rawan akibat kerusakan jalan dan minimnya fasilitas penerangan.
“Nggih mbak, itu warga Kaligede. Lokasinya memang yang kemarin kita lewati, kondisinya rusak,” terangnya singkat.
Ia menyebutkan bahwa pihak desa telah beberapa kali menyampaikan kondisi tersebut kepada instansi terkait, namun hingga kini belum ada perbaikan menyeluruh.
Warga Dusun Kaligede berharap pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki akses jalan dan memasang penerangan jalan umum (PJU) di wilayah mereka.
Menurut warga, kondisi jalan rusak dan gelap sangat membahayakan, terutama saat terjadi keadaan darurat seperti orang sakit atau meninggal dunia.
“Kalau ada yang sakit atau meninggal, selalu kesulitan. Jalannya rusak, gelap pula. Kami berharap segera ada perbaikan,” ujar salah satu warga.
Mereka menilai, peristiwa ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah, karena menyangkut keselamatan, kemanusiaan, dan akses dasar masyarakat di wilayah pedesaan.






















