News Bojonegoro – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), Koperasi Kareb terus berinovasi dengan membuka peluang pendidikan bagi para karyawannya. Direktur Koperasi Kareb, Dr. H. Sriyadi Purnomo, S.E., M.M., melalui Sekretaris koperasi Kareb, Widarko, S.H., mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cendekia guna mewujudkan program kuliah sambil kerja bagi karyawan.
“Kita punya karyawan sebanyak 6.500 orang. Ke depannya, kita akan menambahkan usaha di bidang lain, salah satunya pendidikan. Dalam hal ini, kami bekerja sama dengan STIE. Sebelumnya, kami juga telah menandatangani MoU dengan STIE Cendekia,” jelas Widarko.
Program ini ditujukan bagi karyawan lulusan SMA yang belum memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana (S1). Dengan konsep kuliah sambil kerja, karyawan tetap dapat bekerja seperti biasa sambil menempuh pendidikan tinggi, yang akan difasilitasi langsung oleh pihak koperasi.
“Kami ingin memberikan jalan bagi mereka yang memiliki semangat belajar namun terkendala biaya. Kami akan menampung mereka untuk bekerja sekaligus kuliah,” tambahnya.
Widarko mengungkapkan bahwa mayoritas karyawan saat ini adalah lulusan SMA berusia produktif, sekitar 19 tahun, dan memiliki motivasi tinggi untuk kuliah. Sementara itu, lulusan SMP hanya beberapa persen dan tidak ada dalam rekrutmen karyawan terbaru. Bagi yang hanya lulusan SMP, koperasi menyarankan untuk mengikuti program kejar paket SMA terlebih dahulu sebelum mengikuti kuliah.
“Kalau mereka semangat, kami siap fasilitasi,” tegas Widarko.
Saat ini, sekitar 50 orang karyawan telah mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Koperasi telah menyiapkan fasilitas gedung perkuliahan di lingkungan Koperasi Kareb, tepatnya di Jalan Basuki Rahmat, serta satu gedung yang tidak terpakai di kawasan Mitra Produksi Sigaret (MPS) Dander yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi perkuliahan.
Menariknya, Widarko juga menyampaikan bahwa karyawan yang telah menyelesaikan jenjang S2, termasuk dirinya, akan dilibatkan sebagai tenaga pengajar. Dengan ini, Koperasi Kareb tak hanya menjadi tempat bekerja, tetapi juga pusat pengembangan ilmu dan keterampilan.
“Tujuan program ini adalah agar SDM kami semakin meningkat. Kalau nanti mereka ingin mencari pekerjaan yang lebih baik dengan bekal ijazah S1, kami persilakan. Bahkan, jika ada posisi jabatan yang lebih tinggi di internal kami, mereka juga bisa kami rekrut ulang sesuai kompetensinya,” pungkas Widarko.
Program ini menjadi langkah nyata Koperasi Kareb dalam menciptakan lingkungan kerja yang progresif dan berpihak pada peningkatan kualitas hidup karyawan melalui pendidikan.





















