NewsBojonegoro.com | Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyalurkan 200 unit becak listrik bantuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada para pengayuh becak di Pendopo Malowopati Bojonegoro, Selasa (10/3/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro Welly Fritama turut hadir sekaligus menjelaskan proses pendataan penerima manfaat yang dilakukan pemerintah daerah.
Menurut Welly, becak listrik tersebut merupakan bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perhubungan menghimpun data calon penerima manfaat yang diperoleh dari para camat di seluruh wilayah Bojonegoro sebelum diserahkan kepada pihak yayasan.
“Data penerima manfaat kami himpun dari para camat di seluruh kecamatan di Bojonegoro. Setelah itu kami rekap dan diserahkan kepada Yayasan GSN untuk proses penyaluran bantuan,” ujar Welly.
Dari hasil pendataan tersebut, sebanyak 200 pengayuh becak ditetapkan sebagai penerima becak listrik. Ia juga menyebut program ini merupakan kelanjutan dari bantuan serupa yang sebelumnya pernah disalurkan di Bojonegoro.
“Sebelumnya pada tahun 2023 juga pernah ada bantuan sekitar 20 unit becak listrik yang dibagikan di kawasan Masjid Babussalam Bojonegoro,” jelasnya.
Welly menambahkan, dalam proses pendataan penerima bantuan, pemerintah daerah memprioritaskan para pengayuh becak yang berusia di atas 55 tahun. Hal ini bertujuan agar bantuan tersebut benar-benar membantu para pengayuh becak yang sudah lanjut usia.
“Mayoritas pengayuh becak usianya sudah cukup lanjut. Dengan adanya becak listrik ini diharapkan dapat membantu meringankan beban tenaga mereka saat bekerja mencari nafkah,” katanya.
Sebelum becak listrik diserahkan kepada penerima manfaat, para pengayuh becak juga telah mengikuti pelatihan penggunaan becak listrik yang difasilitasi oleh Yayasan GSM agar mereka dapat mengoperasikan kendaraan dengan aman.
Menurut Welly, para pengayuh becak penerima bantuan tetap diperbolehkan beroperasi di lokasi mangkal masing-masing karena sebagian besar dari mereka telah memiliki tempat mangkal sendiri.
Berdasarkan pendataan Dinas Perhubungan, jumlah pengayuh becak di Kabupaten Bojonegoro mencapai sekitar 822 orang. Bantuan becak listrik tersebut diharapkan dapat membantu para pengayuh becak bekerja dengan lebih ringan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.






















