News Bojonegoro – Sebanyak 24 orang yang diduga tergabung dalam kelompok Aliansi Bojonegoro Melawan (ABM) dan Rakyat Bantu Rakyat (RBR) menggelar aksi di halaman Gedung DPRD Bojonegoro, Rabu (3/9/2025) sekitar pukul 14.30 WIB. Kedatangan massa ini diwarnai aksi vandalisme berupa penempelan poster dan coretan cat di pagar gedung dewan.
Dalam aksinya, dua orang perwakilan massa melakukan orasi secara bergantian sambil menyerukan sembilan tuntutan mereka yang beberapa di antaranya, mendesak pemangkasan gaji dan hak istimewa pejabat negara, penghapusan anggaran lembaga yang dianggap tidak berkaitan dengan kesejahteraan rakyat, hingga menuntut pembebasan rekan mereka yang disebut masih ditahan.
Sementara itu, Wakil Ketua Ormas Macan Asia Cabang Bojonegoro, Slamet yang turut hadir di lokasi untuk melhat aksi tersebut menilai tindakan massa justru merugikan diri mereka sendiri.
“Apa yang mereka lakukan sebenarnya merugikan diri mereka sendiri dan warga Bojonegoro. Karena tembok pagar itu pasti akan dicat ulang, dan biayanya tetap memakai uang pajak rakyat,” ujarnya.
Lebih jauh, Slamet mengungkapkan rasa kecewa terhadap arah gerakan kelompok tersebut. Menurutnya, semangat awal yang sempat ia kagumi kini mulai kehilangan arah.
“Awalnya saya salut dengan semangat mereka. Mereka sering terlibat dalam aksi solidaritas untuk pedagang pasar yang tergusur dan lainnya. Tapi belakangan, pergerakan mereka semakin tidak jelas, bahkan cenderung ngawur dan tak terarah,” lanjutnya.
Slamet juga mengaku pernah bergabung dalam barisan kelompok tersebut, namun akhirnya memilih mundur.
“Selama saya ikut bersama mereka, saya tidak melihat ada aksi yang benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat ataupun bangsa. Yang ada, mereka selalu menyalahkan setiap keputusan pemerintah tanpa mau melihat sisi positifnya,” tegasnya.













