Ceceran Tanah dari Proyek Timbunan di Jalan Dokter Cipto Bojonegoro Ancam Keselamatan

banner 400x130

News Bojonegoro – Aktivitas proyek pembangunan di sekitar Jalan Dokter Cipto, Bojonegoro, menuai protes warga. Truk-truk pengangkut material timbunan yang keluar-masuk lokasi proyek kerap meninggalkan ceceran tanah di badan jalan. Kondisi tersebut membuat jalan kotor, licin, dan berpotensi membahayakan pengguna kendaraan bermotor.

AB, warga setempat, mengungkapkan keresahannya.
“Kita sangat khawatir kalau sampai ada korban jatuh. Apalagi sekarang cuacanya mendung, kalau hujan pasti becek dan licin. Itu jelas membahayakan pengendara, terutama sepeda motor. Ibu-ibu yang antar anak sekolah atau pekerja yang melintas tiap hari bisa jadi korban,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Menurut AB, sudah beberapa kali pengendara terlihat oleng saat melintas di jalan tersebut. Meski belum ada laporan kecelakaan serius, ia menilai kondisi itu tidak boleh dianggap remeh. “Jangan tunggu ada korban dulu baru ditindak,” tegasnya.

Warga meminta kontraktor proyek bertanggung jawab dengan rutin membersihkan jalan serta memastikan muatan truk tanah ditutup dengan baik. Mereka juga menekankan pentingnya pengawasan pemerintah daerah agar setiap proyek berjalan sesuai prosedur dan tidak menimbulkan keresahan.

Sementara itu, Sutrisno atau yang akrab disapa Pak Tris Pinggiran, seorang pengusaha properti yang sempat diisukan sebagai pemilik proyek, menegaskan bahwa lahan yang ditimbun memang akan ia beli, namun dengan syarat tanah sudah tertutup timbunan.

“Soal material tanah yang berceceran itu, saya sudah sampaikan ke pemilik tanah agar dibersihkan. Katanya besok pagi mau dibersihkan,” jelasnya melalui sambungan telepon.

Bedasarkan sumber terpercaya material tanah timbunan diduga berasal dari Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban. Lokasi galian tersebut sebelumnya beberapa kali diberitakan media lokal maupun nasional lantaran disinyalir beroperasi tanpa izin resmi. Dugaan ini menambah persoalan baru: selain menimbulkan dampak lingkungan dan keselamatan di Bojonegoro, material proyek juga terindikasi bermasalah dari sisi legalitas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *